Bendera Demo di Bandara

Tolak Anggota DPR ke LN

Minggu, 24 Oktober 2010 – 06:23 WIB
TOLAK STUDI BANDING : Sejumlah massa dari Aliansi Rakyat Tolak Studi Banding melakukan aksi unjuk rasa di Terminal II D, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (23/10). Mereka menolak keberangkatan studi banding anggota Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani. FOTO : DWI PAMBUDO/RM

TANGERANG --  Ini adalah gaya baru protes terhadap wakil rakyatSejumlah aktivis geregetan terhadap kebijakan para penghuni Senayan yang nekat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri (LN)

BACA JUGA: Syamsul: Tuhan Punya Bermacam Cara

Kemarin belasan aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menggelar aksi di Bandara Soekarno-Hatta
Mereka bermaksud menghadang rombongan anggota badan kehormatan yang akan berkunjung ke Yunani

BACA JUGA: KY Segera Periksa Ketua PN Jogja



Para pengunjuk rasa itu berdemo di terminal D, terminal internasional
Mereka dijaga  ketat aparat Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) lantaran ingin men-sweeping wakil rakyat yang hendak melakukan studi banding lembaga etika itu

BACA JUGA: Habib Rizieq Doakan Syamsul Arifin



Demonstran tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 14.10 dengan menggunakan metrominiKehadiran mereka tidak terendus polisiSetelah turun dari metromini, mereka langsung berorasi untuk menolak keberangkatan rombongan anggota DPR ke Yunani tersebut.   

"Sungguh sangat ironisPemerintah tidak pernah menghargai dan melestarikan budaya dan bangga menjadi bangsa IndonesiaItu bisa kita lihat dari rencana sejumlah wakil rakyat yang mau belajar etika di Yunani dengan menghabiskan anggaran Rp 3 miliar," kata Koordinator Umum Bendera Acil Lagoa kepada Indopos (Grup JPNN kemarin.    

Unjuk rasa tersebut mendapat perhatian para pengguna jasa penerbangan dan memacetkan lalu lintasSebab, mereka berorasi dengan membentangkan spanduk berukuran 3 meter yang bertulisan "Sweeping Anggota DPR" di tengah bahu jalan. 

Acil menjelaskan, rakyat menjerit karena tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupJutaan rakyat pun, papar dia, menangis lantaran tidak bisa melanjutkan sekolahSementara itu, pemerintah dan DPR sibuk jalan-jalan ke LN dan menghabiskan anggaran negara tanpa pernah peduli kepada rakyat

"Saat ini rakyat tidak butuh ilmu dan etika dari negara lainSebab, di negara lain tidak ada budaya atau suku yang lengkap seperti di IndonesiaJadi, buat apa belajar ke Yunani" Belum tentu cocok budaya mereka jika dipakai di Indonesia," tegasnya

Polisi yang bersiaga berusaha membubarkan unjuk rasa tersebutAlasan polisi, aksi itu tidak mengantongi izinKasat Intel Polres Bandara Soetta Kompol Danu pun menyetop orasi merekaTetapi, permintaan itu dilawan demonstran sehingga situasi memanasTidak lama kemudian, Kapolres Bandara Soetta Kombespol Tornagogo Sihombing tiba di lokasi dan memberi para pengunjuk rasa waktu untuk berorasi

Setelah bernegosiasi alot, para pengunjuk rasa akhirnya membatalkan sweeping ke pintu masuk bandara untuk seluruh keberangkatanMereka batal menghalau para wakil rakyat terbang ke YunaniMereka akhirnya memilih pulang dengan menggunakan kendaraan yang samaTornagogo menyatakan bahwa polisi kini menelusuri apakah aksi yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Tolak Studi Banding itu mengantongi izin atau tidakDia juga menepis anggapan bahwa polisi kecolongan akan aksi tersebut

"Kami tidak kecolonganTapi, kami kini mencari tahu dari mana mereka masukSebab, bandara adalah suatu tujuanSesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009, tidak boleh ada unjuk rasa dalam bentuk apa pun di lingkungan bandaraSebab, itu akan mengganggu pengoperasian dan jadwal penerbangan," ujar dia kepada Indopos(gin/c11/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syamsul Ditahan, Gamawan Sedih


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler