Bentrok Lagi, Dua Karyawan PTPN Disabet Kelewang

Selasa, 06 Januari 2015 – 07:19 WIB

BINJAI - Darah kembali tumpah di arel lahan eks HGU PTPN II. Dua karyawan PTPN terkena sabetan kelewang dan menderita luka tikaman dalam bentrokan di Pasar V, Desa Tandem Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (5/1).
 
Bentrokan yang sudah kesekian kali itu berawal saat ratusan karyawan PTPN II datang ke lokasi ingin melakukan okupasi lahan yang sudah ditanami warga sekitar. Mereka menggunakan sebo dengan dibekali senjata tajam dan bambu serta rotan.
 
Melihat itu, warga mencoba melakukan penghadangan karena tidak ingin tanaman mereka dirusak. Dengan menggunakan alat seadanya dan berbagai sajam lain untuk bertani, mereka juga mencoba melakukan perlawanan guna mempertahankan lahan sengketa eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II seluas 70 hektar yang berada di sekitaran Pasar V, Tandem.
 
Cekcok mulut terjadi di antara kedua belah pihak karena sama-sama mengklaim memiliki alas hak. Sayang, pengamanan yang kurang dari aparat kepolisian membuat situasi tak terkendali hingga berujung dengan saling serang.
 
Keduanya saling lempar batu, sehingga membuat rumah di sekitar lokasi bentrok menjadi sasaran dan rusak terkena lemparan batu. Hal inipun membuat warga sekitar yang mendiami rumah berteriak histeris ketakutan.

 Mereka pun berlarian keluar rumah guna menyelamatkan diri dari serangan lemparan batu. Tidak sampai disitu, bentrok kembali meluas dan terlibat pertempuran kedua belah pihak dengan menggunakan sajam yang mereka pegang masing-masing.
 
Akibatnya, dua orang diantaranya bernama Rido (49) dari pihak perkebunan terkena sabetan kelewang di bagian kepala serta leher dan tikaman sajam di bagian punggung. Demikian juga dengan rekanya Poniman (43) mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu. Kini keduanya dirawat di rumah sakit Bangkatan Binjai.
 
Demikian juga korban dari kelompok tani yakni Edi Mulyo (45) mengalami luka lebam di dada akibat lemparan batu, Junaidi (42) mengalami luka pukulan rotan di kepala hingga bocor dan Pargiok (60) mengalami luka di bagian tangan akibat pukulan rotan.
 
Bentrok akhirnya mereda setelah seratusan personel aparat kepolisian dan TNI dari Kodim 0203/ Langkat turun ke lokasi. Perlahan-lahan petani penggarap dan pihak karyawan PTPN II mundur meski sempat terjadi cekcok dan saling acung senjata antara dua kubu di hadapan petugas.
 
Mengantisipasi bentrok susulan, personel kepolisian mengamankan senjata tajam dan rotan serta bambu yang digunakan petani maupun karyawan perkebunan. Dari tangan kedua kubu diamankan puluhan senjata tajam dan senjata lainnya.
 
Kini yang tersisa akibat bentrok, hanya rumah yang hancur dan beberapa orang terluka. Hingga kini beberapa orang dari kedua belah pihak tampak diperiksa oleh petugas kepolisian Polres Binjai. Sementara, pasca bentrok aparat kepolisian masih terlihat berjaga di sekitar lokasi.
 
Sayangnya, Kasat Reskrim AKP Hennry Tambunan, enggan berkomentar terkait bentrok yang terjadi apakah ada pihaknya melakukan pengamanan dari dua belah pihak. Dirinya beralasan capek saat hendak dijumpai guna mempertanyakan langkah-langkah hukum yang akan diambil kepada dua belah pihak. (bam/bd)

BACA JUGA: Ini Ciri-ciri Pembunuh Janda Cantik

 

BACA JUGA: Janda Cantik yang Tewas itu Pintar Mengaji dan Juara Rebana

BACA JUGA: Tarsan dan Istri Tewas Terseret Kereta Api

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Kontrakan Terindikasi Tempat Mesum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler