Bentrok, Satu Desa Dibakar Habis

Rabu, 25 Januari 2012 – 09:45 WIB

KALIANDA – Pertikaian antara dua kelompok massa yang terjadi sejak Minggu (22/1) lalu memuncak kemarin (24/1). Ribuan massa menyerang Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, pukul 12.30 WIB kemarin.

Akibatnya, 60 rumah ludes dibakar dan 23 rumah rusak berat. Massa yang mengamuk juga membakar 8 unit sepeda motor dan 4 unit traktor milik warga Desa Sidowaluyo. Belum puas membumihanguskan Desa Sidowaluyo, massa terus merangsek ke Desa Kotadalam. Di sana, sebanyak 5 rumah dan 10-an warung dirusak. Kedua desa tersebut mayoritas dihuni warga asal Bali.

Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Hanya, Ismail (55)  dan Erik (27), keduanya warga Desa Kotadalam, Sidomulyo, mengalami luka-luka. Ismail menderita luka bacok di kepala depan bagian kanan dan tangan kanannya nyaris putus. Sedangkan Erik mengalami luka sabetan senjata tajam di betis kiri. Tadi malam, keduanya dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum menyerang Desa Sidowaluyo, massa yang membawa berbagai jenis senjata tajam seperti pedang, celurit, dan tombak menghampiri Desa Kotadalam sekitar pukul 09.00 WIB.

Kedatangan massa dari berbagai wilayah di Lamsel ini dipicu insiden dua hari lalu, yakni Minggu pukul 16.00. Awalnya, ada beberapa pemuda yang mengendarai sepeda motor sambil menarik gasnya dengan kuat. Lalu seorang tukang parkir bernama Ridwan (40), warga Desa Kotadalam, menghampiri kelompok pemuda itu. Tidak terima ditegur, salah seorang pemuda memukul dada Ridwan.

’’Sebelumnya, saya mau melawan untuk membela diri. Tetapi karena mereka cukup banyak, saya urungkan dan pergi ke mapolsek untuk meminta perlindungan,’’ kata Ridwan kepada wartawan saat itu.

Selang 30 menit kemudian, warga yang mendengar peristiwa itu mendatangi Pasar Sidomulyo. Kebetulan, ketika itu kelompok pemuda yang menganiaya Ridwan masih ada. Perkelahian antara kedua kubu pun terjadi.

Tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 17.00, sejumlah massa berkumpul di jalan lintas Sumatera (jalinsum) Desa Kotadalam, tepatnya di simpang Sidomulyo, depan kantor Pos Lantas Kotadalam, sambil menghujat kubu lainnya. Beruntung, jajaran Polres Lamsel langsung mengamankan lokasi.

Massa kemudian berkumpul di depan Mapolsek Sidomulyo. Ketika itu, Kapolres Lamsel AKBP Harri Muharram Firmansyah, S.I.K. meminta massa tidak berbuat anarkis. Bentrok akhirnya berhasil diredam.

Namun ternyata, entah siapa yang mengomando, pukul 11.00 kemarin massa terus berkerumun. Dengan membawa berbagai jenis sajam, mereka kemudian bergerak berjalan kaki serta menggunakan sepeda motor dan truk menuju Desa Sidowaluyo, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Desa Kotadalam.

Meski aparat kepolisian dan TNI telah berusaha melerai, amuk massa tak dapat terelakkan. Sampai di sana, massa langsung mengamuk dengan melempari rumah warga Desa Sidowaluyo baik dengan batu maupun bom molotov hingga rusak dan terbakar. Beruntung, pada saat itu rumah warga sudah dalam keadaan kosong. Sebab, mereka telah mengungsi karena mengetahui desanya akan diserang.

Di sisi lain, kerusuhan yang terjadi di Sidomulyo itu berdampak pada perekonomian di kecamatan tersebut. Pasalnya, Pasar Sidomulyo yang berisi ratusan kios dan los tutup. Tak ada transaksi perdagangan sama sekali. Termasuk juga minimarket dan retail serta tempat usaha di sana juga ditutup. Karena warga khawatir menjadi sasaran amuk massa. Bahkan anak-anak sekolah di kecamatan itu, mulai tingkat PAUD hingga SMA sederajat, juga diliburkan. Hingga situasi benar-benar kondusif.

Sementara, sampai berita ini diturunkan, ratusan personel Polres Lamsel dibantu anggota Brimobda Lampung dan anggota TNI, baik dari Korem 043 Garuda Hitam maupun Kodim 0421 Lamsel, yang bersenjatakan laras panajng masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.

Kapolda Lampung Brigjen Pol. Jodie Rooseto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI baik dari korem maupun kodim. Ia juga mengatakan akan terus men-standby-kan personelnya. Baik di lokasi kejadian ataupun perbatasan-perbatasan desa. Termasuk jalan-jalan tikus yang menghubungkan antardesa.

’’Kami akan membentuk pos-pos pengamanan di pintu masuk desa. Baik dari Polres Lamsel maupun Polda Lampung hingga situasi benar-benar kondusif,’’ katanya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Jodie juga meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Sehingga persoalan ini tidak berkepanjangan. ’’Hendaknya tokoh-tokoh masyarakat juga dapat meredam pihaknya masing-masing,” tuturnya.

Sementara, Danrem 043 Gatam Kol. Czi. Amalsyah Tarmizi mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjaga agar situasi kondusif dan kericuhan tidak meluas.

Ditegaskan Amalsyah, pihaknya telah menerjunkan 2 peleton anggota korem. Bahkan jika diperlukan, akan meminta bantuan anggota satuan marinir.
’’Petugas akan ditempatkan di perbatasan-perbatasan desa, pintu masuk atau keluar desa. Sampai situasi tetap kondusif,’’ ungkapnya.

Ia juga meminta masyarakat saling menahan diri dan tak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sehingga aksi kericuhan tak meluas.
Terpisah, Bupati Lamsel Rycko Menoza mengatakan, pemkab bersama aparat kepolisian dan TNI akan berusaha menjaga agar situasi kondusif.

Mengenai rumah warga yang rusak dan dibakar, ia mengatakan pihaknya bersama-sama warga serta aparat kepolisian dan TNI akan membangunnya kembali. Orang nomor satu di Lamsel itu juga meminta masyarakat jangan terkotak-kotak. Sebab, tegas dia, semuanya adalah warga Lamsel.

Rycko mengatakan, aksi kericuhan itu sangat merugikan. Baik masyarakat maupun pemerintah. ’’Semuanya warga Lamsel. Harus bersama-sama menjaga situasi yang kondusif,’’ ungkapnya.

Dia juga meminta para tokoh masyarakat, adat, dan agama meredam warganya di masing-masing wilayahnya, serta ikut bersama-sama menjaga situasi kondusif. Sehingga tidak terjadi aksi kericuhan lagi. (dur/c1/ary)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Oknum Jaksa Terjerat Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler