Beradaptasi dengan New Normal, Sampoerna Tingkatkan Protokol Kesehatan

Jumat, 05 Juni 2020 – 11:56 WIB
Pabrik PT H M Sampoerna. Foto: antara

jpnn.com, JAKARTA - PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) meningkatkan protokol kesehatan dan sanitasi yang ketat serta beradaptasi dengan new normal di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Hal itu merupakan wujud komitmen Sampoerna untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para karyawannya.

BACA JUGA: Corona: Bupati Pasuruan Mengapresiasi Bantuan dari Sampoerna

Selain itu, Sampoerna juga berkomitmen memastikan kualitas produk dan integritas merek terbaik bagi para konsumen.

“Salah satu langkah mitigasi, kami mewajibkan setiap karyawan untuk melakukan analisa risiko kesehatan mandiri sebelum berangkat bekerja,” kata Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis, Jumat (5/6).

BACA JUGA: Kemenaker Apresiasi Bantuan 10 Ribu Paket Hygiene Sampoerna untuk Pekerja Migran

Dia menambahkan, hanya karyawan dengan tingkat risiko rendah-sedang yang diperbolehkan berangkat ke tempat kerja.

“Hal ini kami terapkan di seluruh fasilitas produksi dan operasional perusahaan,” imbuh Mindaugas.

Sebelumnya, Sampoerna telah membagikan thermometer kepada seluruh karyawan produksi agar mereka dapat melakukan pemeriksaan suhu tubuh secara mandiri.

Khusus untuk fasilitas produksi di Surabaya, Sampoerna mewajibkan setiap karyawan di Rungkut 1 dan 2 untuk mengikuti rapid test.

Hal ini dilakukan secara bertahap sebelum Sampoerna kembali membuka kegiatan produksi pada 9 Juni 2020.

“Rapid test ini penting sebagai upaya mitigasi dan memastikan tidak ada karyawan yang terpapar ketika memasuki area fasilitas produksi Sampoerna,” imbuh Mindaugas.

Protokol lainnya adalah suhu karyawan akan dideteksi melalui kamera thermal dengan batas maksimal 37,3 derajat Celcius ketika mereka memasuki area fasilitas produksi.

Jika suhu tubuh melebihi ketentuan tersebut, karyawan akan dicek di fasilitas kesehatan yang ada di pabrik dan diminta tidak bekerja untuk sementara waktu.

“Bagi yang suhu tubuhnya berada dalam batasan normal, mereka akan melewati area penyemprotan cairan antiseptik secara menyeluruh dan melakukan sanitasi/cuci tangan tangan secara khusus,” katanya.

Setelah itu, karyawan akan memakai masker yang telah disediakan dan akan diganti setiap empat jam.

Selain itu, penerapan jaga jarak minimal satu meter dilakukan secara ketat di seluruh area kegiatan produksi, baik ketika karyawan sedang bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya seperti istirahat dan beribadah.

Mindaugas menjelaskan, pihaknya telah memaparkan dan berkonsultasi dengan pemerintah dan gugus tugas setempat mengenai

penerapkan protokol kesehatan dan sanitasi yang lebih ketat dibandingkan yang dianjurkan.

“Bahkan, kami juga telah menunjuk konsultan medis untuk meninjau dan memberikan masukan,” ujar Mindaugas. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler