Berakting Horor, Pancaindra Tambah Peka

Kamis, 29 Januari 2009 – 09:04 WIB
Jakarta – Sebagai seorang yang takut akan hal-hal mistis, Nadine Chandrawinata ternyata berani juga menerima tawaran bermain di film horor, Mati SuriSyaratnya, selama proses syuting, lokasi harus dalam keadaan terang benderang atau syutingnya siang hari.

Keinginan itu dipenuhi sang sutradara, Rizal Mantovani

BACA JUGA: Kali Pertama, Pitt-Jolie Tertangkap Kamera bersama Enam Anaknya

Dengan begitu, Nadine merasa bisa lebih konsentrasi dalam mendalami dan menjadi Abel, tokoh yang dia mainkan dalam film yang dirilis Februari 2009 itu.

Nadine mengaku tidak mendapati kendala di film horor perdananya
Menurut dia, meski genrenya berbeda, dirinya tetap mengerjakannya dengan penuh eksplorasi sebagai wujud kecintaan akan dunia seni

BACA JUGA: Rahasia Ada di Gaun

”Khususnya akting,” tegasnya saat jumpa pers di FX Entertainment belum lama ini.

Jujur saja, kata Nadine, awal ditawari untuk bermain di film itu, dirinya menolak
Seketika dia merasa takut dan tidak cocok dengan perkara misteri

BACA JUGA: Harry Potter Undang Putri Obama

”Tapi, Mas Rizal cukup meyakinkan aku, nggak akan apa-apa, dan di sini hanya profesional sebagai pemainAku baca ceritanya juga menarik,” terusnya.

Hasilnya, perempuan kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984 itu merasa mendapat manfaat lain, lebih dari sekadar aktingDari film horor itu pancainderanya lebih terlatih”Di film ini aku dilatih lebih peka menggunakan pancainderakuMelihat, mendengar, menghirup, ya itu membuat aku lebih mengenal sekeliling,” jelasnya.
Contohnya, kata Nadine, belajar lebih peka terhadap bunyi angin, bola bergelinding, dan suara api”Aku berusaha lebih pekaMemang berhasil trik itu semua,” ungkapnya, girang.

Dalam filmnya, Abel diceritakan mengalami mati suri, hal yang sama dilakoni Julia Roberts dalam film FlatlinersMenurut Nadine, segala informasi tentang mati suri itu didapat dari pengalaman tiga temannya yang mengaku pernah mengalaminya

Setelah itu, satu per satu Nadine mengamati lebih dalam tentang kepribadian tiga temannya itu, termasuk menyanggong rumah tinggalnyaSiapa tahu dia menemukan hal-hal penting lainnya”Belajar dengan hatiKayaknya berhasilItu saja sih observasi yang aku lakukan,” terangnya(gen/tia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktingnya Tak Sesuai HArapan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler