Berawal dari Saling Ejek di Instagram, Berujung Tawuran Hingga Tewas

Jumat, 20 Agustus 2021 – 21:41 WIB
Polres Metro Jaksel mengungkap kasus tawuran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Foto Dok Humas Polres Metro Jaksel

jpnn.com, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan membekuk 11 pelaku tawuran yang mengakibatkan satu orang remaja meninggal dunia pada Kamis, (19/8) di Jalan Bangka, Pela Mampang, Mampang Prapatan.

Wakapolres MetroJakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, para tersangka merupakan dua kelompok remaja dan telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pengeroyokan dan senjata tajam.

BACA JUGA: Uus: Aku Penganut Daripada Duit Dipakai Buat Selingkuh, Mending...

Kedua kubu yang terlibat tawuran itu berasal dari kelompok remaja Bangka IX dan Bangka XI. Sebelum terjadi tawuran, kedua kelompok itu sudah saling ejek di media sosial Instagram.

“Kelompok remaja Bangka IX menggunakan akun @warkir2019 dan Bangka XI menggunakan akun @warmad,” ujar Antonius saat merilis kasus tersebut, Jumat (20/8).

BACA JUGA: Kemenhub Dukung Penanganan Pasien Covid-19 Menggunakan Kapal Isolasi

Adapun tersangka pengeroyokan yakni MF (17), SR (19), MR (20), MK (20), GDL (19), EL (21), dan ZF (18).

Sedangkan tersangka kasus penggunaan senjata tajam, yakni MRF (17), MR(15), MAR (17), dan DY (15).

BACA JUGA: Bakar Sampah Sembarangan Pengaruhi Kualitas Udara

"Selain itu, kami juga amankan dua orang lainnya. Namun, saat ini statusnya sebagai saksi karena keterlibatannya masih minim," ujar dia.

Diketahui aksi tawuran itu menewaskan seorang remaja bernama Endra Baran Kumara (17), warga Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Endra tewas setelah terluka cukup parah pada beberapa bagian tubuhnya.

Dari penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa empat bilah senjata tajam celurit, dua stik golf dan tujuh unit telepon selular.

Atas perbuatannya, para pelaku pengeroyokan dijerat Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau denda Rp3.000.000.000.

Sedangkan para tersangka kasus senjata tajam dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang – Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama sepuluh tahun penjara. (cuy/jpnn)


Redaktur : Yessy
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler