Berdialog dengan Megawati, Peneliti BRIN Ingin Hasil Riset Dimanfaatkan Daerah

Senin, 07 Agustus 2023 – 21:11 WIB
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri setelah berdialog dengan peneliti BRIN di Bali, Senin (7/8). Dokumen DPP PDIP

jpnn.com, TABANAN - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri melaksanakan dialog bersama peneliti dengan mengangkat tema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Raya di Gedung Serba Guna Nayaka, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (7/8).

Komang, seorang periset BRIN yang hadir pas acara mengatakan hasil penelitian sebuah wilayah sebaiknya bisa dimanfaatkan daerah.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Hal Ini buat Jurkam PDIP

"Apa pun hasil riset di suatu wilayah itu, langsung dimanfaatkan oleh daerah," kata Komang, periset BRIN yang bermukim di Bali dalam dialog bersama Megawati.

Dia kemudian melanjutkan saat ini sedang melakukan penelitian di Karangasem dan sudah meminta dukungan bupati setempat I Gede Dana selama meriset.

BACA JUGA: Kunker ke Bali, Megawati Kirim Sinyal Tidak Mau Bibit Tanaman Mudah Diperjualbelikan

Komang mengaku saat ini sedang meneliti dan mengembangan bunga Edelweiss sebagai maskot Kabupaten Karangasem.

"Bunga Edelweiss, bunga Kasna kalau di Bali, yang hanya tumbuh di kaki Gunung Agung, nah, itu akan dijadikan maskotnya Karangasem," kata Komang bercerita di acara yang dihadiri Megawati.

BACA JUGA: Jabat Wakil Kepala BRIN, Laksdya Amarulla Ungkap Arahan Megawati

Diketahui, dialog antara Megawati dan periset turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN Sri Mulyani dan Suharso Monoarfa, Anggota Dewan Pengarah BRIN Emil Salim serta Bambang Kesowo. 

Kepala dan Wakil Kepala BRIN Laksana Tri Handoko serta Laksamana Madya (Laksdya) Amarulla Octavian dan Gubernur Bali I Wayan Koster turut hadir di lokasi.

Komang selanjutnya mengaku tengah melakukan penelitian bawang putih yang berkelir merah. 

Menurut Komang, bawang putih berwarna merah ini punya khasiat bagi kesehatan dan Koster bisa mencoba sebagai alternatif penyembuhan penyakit.

"Ini bisa kalau Pak Koster masuk angin, makan itu, menjadi sehat," katanya.

Komang juga menceritakan soal potensi lain yang ada di Karangasem. Mulai dari jagung serayu, kacang hingga kapas yang akan cocok di daerah Karangasem yang kering. 

"Nanti kami kembangkan kapas di sana sebagai bahan pakaian, juga Peruri untuk kertas uang itu dari kapas, sehingga sudah mulai langka nanti akan ditanam di Karangasem untuk meningkatkan pendapatan orang-orang miskin di situ," jelas dia.

Tak hanya itu, Komang juga menilai bahwa kampung halaman Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Buleleng memiliki varitas tanaman buah lokal yang punya daya ekonomi besar.

Dia bahkan menyebut telah menemukan sepuluh tanaman asli Buleleng yang punya potensi untuk dikembangkan, satu di antaranya durian.

"Nah, saya sudah menemukan tahun ini saja sepuluh tanaman lokal, ada durian yang unggul sekali, lebih unggul dari durian musangking, sudah ketemu di situ, kita daftarkan itu," jelas dia.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa provinsi Bali memiliki BRIDA yang terlengkap di Indonesia.

Dia mengingatkan bahwa BRIDA bukan menjadi lembaga riset, tetapi mediator antara pemerintah daerah dengan BRIN dalam melakukan penelitian di sebuah wilayah.

"Nanti BRIN yang akan bekerja sama dengan kampus-kampus menjawab problem di daerah," kata Handoko. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler