Berdialog dengan WNI, Boediono Cerita Merapi

Senin, 15 November 2010 – 06:49 WIB

TOKYO - menghadiri sesi penutup pada pertemuan puncak (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Yokohama, Jepang, Wapres Boediono kemarin (14/11) menyempatkan diri berdialog dengan warga negara Indonesia di JepangDi sekolah Indonesia di Tokyo, Boediono juga bercerita tentang kondisi terkini di tanah air.
 
Boediono bercerita tentang bencana beruntun yang melanda tanah air

BACA JUGA: Yang Bertemu Gayus di Bali Harus Diperiksa

Yakni, banjir di Wasior, Papua; tsunami di Mentawai, Sumbar; serta letusan Gunung Merapi
Wapres mengatakan, proses tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah bencana terus berlangsung

BACA JUGA: Gayus Plesiran dengan Nama Samaran



Menurut Boediono, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah bencana sekaligus dilakukan dengan membuat blue print penataan wilayahnya
"Jadi, tidak sekadar membangun," kata Boediono di depan sekitar 200 WNI yang berada di Jepang

BACA JUGA: Noer Fajriansyah Ketum Baru PB HMI



Dialog berlangsung santai dan tidak terlalu terikat aturan protokoler ketatDi sela penjelasan Boediono, sesekali terdengar tangisan para balita yang dibawa para WNI ke sport hall sekolah Indonesia di Jepang tersebut

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan, musibah beruntun juga telah membangkitkan rasa kesetiakawanan cukup besar di antara masyarakat Indonesia"Dengan situasi yang makin moderen, ternyata rasa kesetiakawanan ini masih besar sekali," kata Boediono"Banyak relawan menyediakan diri dan waktunyaSebagian di antara mereka wafat saat menyelamatkan saudara-saudaranya yang terkena musibah," kata Boediono.

Dalam dialog itu, WNI di Jepang curhat tentang sejumlah masalah mereka di Negeri Sakura tersebutSebagian di antara mereka juga mengritik sejumlah hal di tanah air, seperti penegakan hukum maupun alih teknologi industri yang berlangsung dengan baikKebanyakan WNI di Jepang merupakan pelajar, mahasiswa, pekerja sektor industri, serta perawatJumlah WNI di Jepang mencapai 29 ribu orang(sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengungsi Merapi Perlu Dibuatkan Kamar Pribadi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler