Berdoktrin NKRI Harga Mati, TNI Tak Mungkin Hadapi Rakyat Sendiri

Minggu, 13 November 2016 – 21:52 WIB
Mahfuz Sidik. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik menyatakan bahwa loyalitas TNI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak perlu diragukan lagi. Menurutnya, tanpa komando dari pemegang kekuasaan tertinggi pun TNI pasti bergerak menangkal hal yang mengancam keutuhan NKRI.

“Doktrin yang tertanam dalam setiap prajurit TNI itu NKRI harga mati. Dia menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negara,” ujar Mahfuz di Jakarta, Minggu (13/11).

BACA JUGA: Kawal dan Tagih Janji Jokowi Soal Kasus Ahok

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtara (FPKS) DPR itu menegaskan, TNI juga loyal terhadap presiden sebagai kepala negara. Namun, katanya, ada konteks yang tak bisa dilepaskan dalam hal loyalitas TNI terhadap presiden.   

“Pemerintahan hanyalah bagian dari sebuah negara. Loyalitas TNI dalam konteksnya kepada presiden sebagai panglima tertinggi TNI adalah selama tidak membahayakan negara,” tegasnya.

BACA JUGA: Kabar di Medsos Sering Bikin Jokowi Tak Mampu Bicara

Terkait safari Presiden Joko Widodo ke markas-markas kesatuan elite TNI dan Polri belakangan ini, Mahfuz menyebut hal itu memang jadi perhatian publik. Sebab, momentumnya setelah aksi besar-besaran umat Islam untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok diadili dalam kasus dugaan penodaan agama.

Namun, legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII yang meliputi Cirebon dan Indramayu itu meyakini TNI tak akan berhadapan dengan rakyat terkait persoalan Ahok. Sebab, dalam undang-undang ditegaskan bahwa TNI merupakan alat pertahanan negara.

BACA JUGA: Pak Jokowi Ingat Ya Analisis Panglima TNI

“Jadi tidak mungkin seorang presiden boleh menggerakkan TNI untuk berhadapan dengan rakyat demi membela seorang Ahok. Ahok bukan negara,” tegasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PPP Kutuk Pelaku Aksi Teror di Samarinda


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler