Berjualan Lewat OFD Terbukti Memperluas Jangkauan Pelanggan dan Meningkatkan Omzet UMKM

Senin, 28 November 2022 – 12:02 WIB
Platform online food delivery (OFD) bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Foto dok Alvara Research Center

jpnn.com, JAKARTA - Platform online food delivery (OFD) bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, serta mendukung kegiatan bisnis yang lebih efisien, sehingga menjadi kunci pertumbuhan bisnis berkelanjutan UMKM kuliner.

Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian ‘Digitalisasi UMKM: Dampak Platform Digital terhadap UMKM Kuliner’ yang dilakukan oleh Alvara Research Center.

BACA JUGA: Hasil Rapimwil PPP Jateng: Nama Ganjar Capres Teratas

Penelitian ini menyoroti secara mendalam tentang peran layanan OFD sebagai katalis digitalisasi UMKM dan dampaknya terhadap bisnis mereka.

CEO dan Founder Alvara Research, Hasanuddin Ali mengatakan UMKM kuliner termasuk salah satu sektor terbesar yang ada di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 41 persen dari total PDB sektor ekonomi kreatif 1.

BACA JUGA: Gelar Training Personal Development, Pupuk Kaltim Perkuat Kapasitas & Kapabilitas Karyawan

"Persaingan di sektor kuliner saat ini cukup ketat. Oleh karena itu, pengusaha UMKM kuliner butuh berbagai upaya untuk mengembangkan usahanya seperti melalui operasional bisnis yang lebih efisien, serta jangkauan ke pelanggan yang lebih luas. Berjualan online melalui kemitraan dengan platform OFD menjadi solusi yang tepat," ujar Hasanuddin.

Dalam penelitian tersebut, Alvara menemukan berbagai fakta menarik mengenai dampak digitalisasi pada UMKM kuliner.

BACA JUGA: First Media Gelar Cooking Class Bersama Chef Yuda Bustara

Secara rata-rata, platform OFD menyumbang lebih dari setengah (56,8%) omzet UMKM yang bermitra dengan platform.

Alvara juga melakukan perbandingan melalui wawancara mendalam kepada 11 pengusaha UMKM kuliner, di antaranya Mie Ayam Yamin Pink Tebet dan Siomay Abu Tebet Timur, yang awalnya berjualan secara offline kemudian beralih online.

Hasilnya, platform OFD membantu usaha mereka tumbuh lebih cepat dibandingkan hanya berjualan secara offline.

Pada saat para UMKM kuliner mengembangkan bisnis di OFD, mereka memahami perlu adanya biaya komisi untuk mendukung usaha mereka sekaligus mengembangkan bisnis platform digital OFD.

Penelitian menemukan bahwa mayoritas UMKM kuliner mitra platform OFD menilai biaya komisi dari platform OFD baik (95%) dan sudah sesuai (94,2%).

Menurut Hasan, berdasarkan penelitiannya, skema kemitraan antara UMKM kuliner dengan platform OFD tidak menggerus keuntungan mitra UMKM meski ada potongan per transaksi yang harus dibayarkan ke platform selaku penyedia layanan.

Para UMKM kuliner tetap mengalami keuntungan secara finansial (97,7%) dan omzetnya tetap naik (93,3%). 

“Berbeda dari narasi yang sebelumnya beredar di masyarakat, UMKM kuliner yang kami survei menyatakan ada tiga keuntungan utama yang mereka dapatkan dari biaya komisi yang mereka bayar, yaitu program promosi, subsidi ongkir, serta manfaat dari pengembangan platform," jelasnya.

GoFood dari Gojek menduduki posisi pertama, diikuti oleh GrabFood dari Grab dan Shopee Food dari Shopee.

Menurut para mitra UMKM kuliner yang disurvei, GoFood tetap lebih unggul dibanding platform lainnya. Selain itu, GoFood dan GrabFood bersaing ketat pada aspek ‘layanan bantuan mitra’.

“Hampir seluruh mitra UMKM kuliner (96,5%) yang disurvei menyatakan akan terus melanjutkan kemitraan dengan platform OFD, karena mereka sudah merasakan langsung manfaat dari kemitraan bersama platform OFD. Bahkan, 1 dari 3 mitra UMKM kuliner akan secara aktif merekomendasikannya kepada sesama pelaku UMKM kuliner lainnya,” terang Hasan.(chi/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler