Berjuang Dua Jam Melahirkan di WC, Lalu Bayinya Dibuang

Jumat, 17 Maret 2017 – 10:00 WIB
Tersangka DA (20) saat memberi keterangan di Mapolsek Indihiang. Foto: Radar Tasikmalaya

jpnn.com, TASIKMALAYA - Polisi akhirnya bisa mendapat gambaran jelas mengenai pembunuhan bayi di Gunung Tanjung, Sukamanah, Cipedes, Kota Tasik beberapa waktu lalu.

Hal itu setelah petugas mendapat keterangan dari ibu sang bayi yang juga tersangka tunggal dalam kasus ini, DA (20).

BACA JUGA: Sosok Kiai Hasyim di Mata Nahdliyin Tasik

Kemarin, Kamis (16/3), DA diizinkan keluar dari rumah sakit dan langsung diperiksa petugas dari Polsek Indihiang.

Kanit Reskrim Iptu Nandang mengatakan, DA sudah dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya sudah cukup pulih. DA pun menjalani pemeriksaan di Mapolsek Indihiang.

BACA JUGA: Dikira Kucing, Ternyata Bayi Tak Berdosa

“Tersangka tidak mengelak, dia mengakui perbuatannya,” ungkap Nandang di mapolsek kemarin.

Kepada polisi, kata Nandang, DA menjelaskan detik-detik saat akan melahirkan. Senin dini hari (13/3), dia kontraksi di rumahnya. Kala itu jam menunjukkan pukul 01.00.

BACA JUGA: Ibu Muda Pembuang Bayi Kena Pasal Pembunuhan Berencana

Pemudi berambut lurus itu langsung ke kamar mandi rumahnya. Pukul 03.00 WIB, bayi tersebut baru lahir tanpa bantuan orang lain. Lokasinya masih kamar mandi tersebut.

“Sesuai dugaan kami bayi itu memang dilahirkan di kamar mandi rumahnya,” terangnya.

Pengakuan DA setelah itu, dia bergerak ke luar rumah. Dia membuang bayi tersebut. Diberitakan sebelumnya, bayi itu kemudian ditemukan warga pagi hari.

Setelah membuang bayi, DA kembali ke rumahnya. Dia hendak membersihkan darah dan flasenta yang tertinggal di kamar mandi. Namun

ayahnya bangun dan mendapatinya di kamar mandi banyak darah. Ayahnya DA pun memeriksakan darah itu ke puskesmas. Hasilnya, DA dinyatakan bahwa DA baru melahirkan.

Soal tidak adanya suara bayi yang terdengar orang tua DA, tersangka mengaku bahwa bayi tersebut memang sudah meninggal ketika dilahirkan.

Lalu soal ikatan kain di leher bayi laki-laki itu? DA mengaku saat itu panik. Lalu mengambil kain merah dan mengikatkan kerudung ke leher bayi laki-laki tersebut. “Pengakuannya bayi itu sudah meninggal saat dilahirkan,” ujar Nandang.

Namun soal kapan dan apa yang menjadi penyebab kematian bayi laki-laki itu, polisi tidak serta merta percaya kepada DA. Karena jawaban dari DA akan dibandingkan dengan hasil autopsi nanti.

“Kita lihat laporan hasil otopsi kemarin, nanti ketahuan penyebab bayi itu meninggal,” jelasnya.

Diakui DA, bayi yang dia lahirkan itu merupakan hasil hubungan badan dengan kekasihnya, Rz. Namun DA mengaku tidak memberitahukan bahwa dia akan membuang bayi hasil hubungan mereka.

Meski demikian, polisi, kata Nandang, akan memanggil Rz untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, kasus buang bayi itu menggegerkan warga Gunung Tanjung, Sukamanah, Cipedes, Kota Tasik awal minggu ini.

Mereka menemukan jasad bayi yang lehernya terikat kain merah. Setelah diselidiki polisi, akhirnya ditemukan bahwa DA diduga ibu kandung dari bayi laki-laki itu.

Polsek Indihiang Kota Tasikmalaya, sebelumnya, menjeratkan pasal pembunuhan berencana kepada DA (20), pembuang bayi asal Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Perempuan muda yang kini masih dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya itu telah berstatus tersangka. (rga)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terdengar Suara Tangisan di Kebun Kopi, Ternyata...


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler