Berkunjung ke SDIT Siti Hajar, Akhyar: Jangan Lupa Berdoa kepada Allah

Jumat, 28 Februari 2020 – 19:26 WIB
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi berkunjung SDIT Siti Hajar Medan, Kamis (27/2). Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, MEDAN - Plt Wali Kota Medan H Akhyar Nasution mengaku bangga dan senang bisa berkunjung ke SDIT Siti Hajar di Jalan Djamin Ginting Km 11 Paya Bundung, Medan, Kamis (27/2).

Kedatangan Akhyar disambut iringan musik hasil reduse barang yang tidak terpakai seperti bekas kemasan oli, tong oli, dan galon air mineral.

Sebelum menyampaikan kata sambutan sambutan, Akhyar terlebih dahulu mengundang tiga anak ke podium untuk menjawab pertanyaannya.

BACA JUGA: Akhyar Mengingatkan tentang Peran Strategis Pelabuhan Belawan

Politikus PDIP itu bertanya siapa itu Siti Hajar? Nazra, pelajar SD itu menjawab polos. "Siti Hajar itu adalah sekolah kami tercinta," tegasnya dan disambut tepuk tangan dan tawa dari ketua yayasan, kepala sekolah, hingga tamu undangan.

Akhyar lantas menyampaikan, Siti Hajar itu adalah istri dari Nabi. Siapa? Nazra langsung menjawab Nabi Ibrahim.

BACA JUGA: Usai Bertemu Petinggi Demokrat Medan, Akhyar: Saya Siap Saja

"Ini tumbler minum, selalu dibawa ya," kata Akhyar menyerahkan hadiah kepada Nazra.

Anggota DPRD Periode 1999-2004 ini mencoba meriview kembali kisah Siti Hajar bersama Nabi Ismail saat berada di padang tandus.

BACA JUGA: Kabar Baik untuk 2,5 Juta Pengemudi Ojek Online di Indonesia

Saat itu, Nabi Ismail kehausan dan Siti Hajar berlari dari Bukit Shafa hingga Bukit Marwah hanya untuk mencari air.

Namun, saat hentakan kaki Nabi Ismail ke padang tandus, di situlah keluar air yang kini disebut air zamzam. Saat itulah Siti Hajar memberi minum ke anaknya.

"Kisah ini menyampaikan bahwa di dalam perjuangan, jangan lupa berdoa kepada Allah. Sehebat apapun kita, sepintar apapun kita, ternyata ada yang lebih hebat yakni Allah. Kita sebagai umat manusia, tugasnya berusaha, berjuang, berikhtiar, berdoa. Pada saat yang tepat, Allah penuhi. Allah Maha Tahu pada saatnya," terangnya.

Akhyar juga menyinggung manusia yang sial yakni yang masih membuang sampah sembarangan.

"Terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah mengajarkan kepada anak-anak kita ini. Begitu juga dengan Medan Merdeka Belajar. Program ini merupakan pengajaran untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kreativitas anak," terangnya.

Interaksi agama dan ilmu pengetahuan, kata Akhyar, harus ditanamkan kepada anak-anak untuk menjadi pondasi, agar tidak ada kesombongan, dan keangkuhan dalam keilmuan mereka kelak.

"Saya berharap, kita tidak hanya menghasilkan orang pintar, cerdas, tapi mampu merasa. Kalau hanya sekadar pintar dan cerdas, tapi tidak merasa, itu sama saja kita itu robot," tukasnya.

Di sisi lain, Akhyar menyampaikan program Yok Bikin Cantik Medan. Pada hakeketnya, kata Akhyar, Kota Medan tidak kalah dengan kota lain.

"Kita kalah soal disiplin kebersihan. Kita belum mampu menciptakan sarana prasarana yang ideal. Tapi kalau kita mau bergerak bersama, itu bisa kita atasi," yakinnya.

"Yok Bikin Cantik Medan ini adalah jargonnya anak anak muda. Jargon ini merupakan ajakan untuk warga agar bersama-sama membuat indah kota kita ini. Yok Bikin Cantik Medan bukan hanya omong kosong, kalau kita bersama pasti bisa kita lakukan. Saya yakin sekali, warga Kota Medan kalau kita sudah bergerak, warga pasti akan bergerak juga," harapnya.

Pada kunjungannya, hadir juga Plt Kadisdik Kota Medan Masrul Badri, Kadis Lingkungan Hidup Armansyah, Camat Medan Tuntungan Topan OP Ginting, Ketua Yayasan Siti Hajar Dr Perwira Mulia Tarigan MSi, dan Kepala Sekolah Rahmad Matuah. (ril/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler