Berpasangan Dengan Airlangga, Prabowo Punya Kans Kalahkan Ganjar Atau Anies

Senin, 13 Maret 2023 – 15:07 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Power, Ikhwan Arif menyebut tak menutup kemungkinan Prabowo Subianto akan berduet dengan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. Pasalnya, Prabowo masih terkendala dengan figur cawapres.

"Sehingga tidak menutup kemungkinan Golkar akan menerima pinangan Gerindra dengan mengerucutkan nama Prabowo dan Airlangga," kata Ikhwan saat dihubungi, Senin (13/3).

BACA JUGA: Buka Rakernas Wushu dan Kickboxing, Airlangga Dorong Program Pembinaan Lebih Baik

Menurutnya, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digawangi, Golkar, PPP, dan PAN saat ini punya banyak nominasi bakal capres dan cawapres. Namun, konsolidasi partai masih jalan di tempat.

Sementara, KIB dari sisi internal punya satu nominasi kandidat terkuat dari partai Golkar Airlangga Hartarto, karena sejauh ini PAN dan PPP terkesan mendukung tokoh-tokoh dari luar koalisi seperti Ganjar, Erick Thohir, dan Sandiga Uno.

BACA JUGA: JoMan Resmi Deklarasi Pembentukan Prabowo Mania 08, Pelopor Rekonsiliasi Bangsa

Rumitnya konsolidasi di internal partai koalisi, semakin membuka peluang anggota KIB lainnya melebur dengan koalisi lain.

"Misalnya kedekatan Golkar dan Gerindra bisa saja membuka peluang duet Prabowo dan Airlangga terwujud," kata Ikhan.

BACA JUGA: Survei DSI: Pedagang Pasar dan Mal Ingin Airlangga Menjadi Presiden 2024

Duet Prabowo-Airlangga dianggap Ikhwan punya kans menang meski menghadapi nama-nama besar seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Selain Kekuatan mesin politik yang sangat mendukung, baik Golkar dan Gerindra keduanya memiliki kader-kader politik yang sangat berpengaruh di seluruh Indonesia.

"Keduanya punya punya kekuatan yang sama baik itu dari faktor popularitas keduanya sangat populer. Jadi kalau Prabowo berpasangan dengan Airlangga, ada kans menang lawan Anies dan Ganjar," ujarnya.

Ia juga menilai kedua tokoh sudah mendapatkan restu dari Jokowi, jadi semakin besar untuk mendapatkan pengaruh ketokohan Jokowi dalam memikat hati pemilih terutama bagi pemilih yang menginginkan kelanjutan program-program di pemerintahan Jokowi

Sebelumnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar tidak membantah bahwa koalisinya sedang melakukan penjajakan dengan Partai Golkar. Tapi dia membantah jika PKB akan melebur ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

"Belum, tapi kita saling komunikasi intensif dengan golkar, sudah sangat dekat, artinya PKB Golkar Gerindra semakin dekat. Tapi kedekatan ini menjadi poin untuk menguatkan koalisi PKB Gerindra," kata dia kemarin, Minggu (12/3).

Dia menerangkan bahwa sejak awal PKB ditekankan untuk mengusung ketua umum maju menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2024. Hal itu sudah final'

"Pokoknya PKB harus mengusung ketum untuk menjadi capres. Itu hasil keputusan muktamar, jadi itu sudah final,” ucap dia.

Meskipun koalisi Gerindra dan PKB sudah cukup untuk mengusung capres dan cawapres, namun tetap membutuhkan dukungan tambahan partai. Sehingga koalisi bisa semakin besar.

"Kita juga menunggu partai lain untuk ikut bersama-sama dalam koalisi ini, kalau sudah ikut, nanti kita ajak bersama-sama memutuskan," ungkap dia.

Di kesempatan lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan sosok Ketum PKB Muhaimin Iskandar, sebagai mitra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), tak mutlak harus menjadi cawapresnya Prabowo Subianto.

Hashim mengatakan saat ini PKB terbuka untuk mengusulkan siapa tokoh yang diusung di poros koalisi itu. (dil/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler