Bersedia Jadi Pembina, Bamsoet Siap Kembangkan Bela Diri Tarung Derajat

Ngobras Bareng Tarung Derajat

Selasa, 15 Desember 2020 – 10:20 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima putra pendiri Tarung Derajat Aa Boxer, Badai dan Rimba. Foto: Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet)  menyatakan kesediaannya menjadi pembina olahraga bela diri tarung derajat.

Bamsoet menyatakan itu saat menerima putra pendiri Tarung Derajat Aa Boxer, Badai dan Rimba.

BACA JUGA: Bamsoet Ajak Generasi Muda Mata Garuda Songsong Era Society 5.0

Sambil Ngobras atau ngobrol asyik di konten YouTube Bamsoet Channel, dia mengungkapkan Indonesia memiliki banyak seni dan olahraga bela diri yang mengagumkan.

Selain pencak silat, ada pula tarung derajat yang dideklarasikan kelahirannya di Bandung pada 18 Juli 1972 oleh Achmad Dradjat atau Aa Boxer.

BACA JUGA: Nikita Mirzani Ogah Tampil di Podcast Deddy Corbuzier

Menurut Bamsoet, tidak hanya sebagai olahraga nasional yang telah diakui dunia, tarung derajat juga menjadi latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri serta siswa atau taruna Sekolah Tinggi Ilmu Intelejen Negara (STIN).

"Sebuah pencapaian luar biasa dari Aa Boxer," kata Bamsoet dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) bersama Aa Boxer, di Jakarta, Selasa (15/12).

BACA JUGA: Tarung Derajat Makin Diminati Perempuan

Ketua ke-20 DPR RI ini menjelaskan negara dan masyarakat perlu melestarikan dan mengembangkan keberadaan seni bela diri Indonesia, seperti pencak silat dan tarung derajat.

Hal itu sebagaimana Thailand dengan muay thai, Korea dengan taekwondo, Jepang dengan aikido, Filipina dengan kombatan, maupun Brasil dengan jiu jitsu.

Menurut Bamsoet, tanpa dukungan  dukungan dari negara dan masyarakat, tarung derajat yang kini anggotanya lebih dari dua juta itu bisa punah, kalah pamor dari seni bela diri impor.

"Padahal, kualitas dan kemampuan tarung derajat yang sudah ada di seluruh Indonesia dan mancanegara sangat dahsyat," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, Aa Boxer menciptakan tarung derajat tak hanya sebagai seni bela diri.

Melainkan juga sebagai ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional.

"Menguasai tarung derajat, harus terlebih dahulu menguasai lima daya gerak moral,  yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan," katanya.

Menurut dia, semuanya dikombinasikan dalam sistem ketahanan dan pertahanan diri yang agresif dan dinamis.

"Nilai filosofisnya sangat dalam menunjukkan tarung derajat lebih dari sekadar bela diri," pungkas Bamsoet. 

Seperti apa keseruan obrolan dan teknik bertarung kontak langsung yang mematikan ini dipertunjukan kedua putra Aa Boxer itu, bisa disaksikan selengkapnya di Podcast Ngobras sampai Ngompol di akun Youtube Bamsoet Channel pekan depan. (*/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler