BFIE Rogoh Dana IPO Rp 300 M

Rabu, 14 Maret 2012 – 23:03 WIB
JAKARTA - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BFIE) mengincar penjualan lahan sekitar Rp 500 miliar pada tahun ini. Angka itu meningkat 8-10 persen  dari periode tahun lalu yang bertengger di kisaran Rp 400-420 miliar.  "Kami optimistis mengingat jejak dan potensi bisnis ini begitu luar  biasa. Apalagi, lokasinya sangat strategis dan menjanjikan,” tukas  Khrisna Daswara, Sekretaris Perusahaan Bekasi Fajar, di Jakarta.

Saat ini sebut Khrisna, Bekasi Fajar mengoleksi lahan seluas 816  hektare. Landbank seluas itu diyakini bakal terjual sekitar 500  hektar. Apalagi, sudah banyak peminat yang melakukan pendekatan untuk  menyerap. ”Lihat saja nanti. Kan masih fase pendekatan,” ucap Khrisna.

Tahun ini, perseroan juga menggelontorkan belanja modal (capital  expenditure/capex) sebesar Rp 50 miliar. Dana sebesar itu akan dipakai  untuk menyangga kebutuhan operasional. Dana taktis itu bersumber dari  kas internal. Manajemen bakal melepas saham perdana sebanyak 1,765  miliar lembar atau setara 20,14 persen dari total modal disetor.  Dengan rentang harga penawaran dikisaran Rp 160-185 per lembar,  perseroan setidaknya bakal meraup dana IPO senilai Rp 282,4-326,525  miliar.
 
Perseroan telah mengalokasikan sebesar Rp 225 miliar dari dana itu  untuk kebutuhan ekspansi usaha seperti penambahan lahan baru di  Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) melalui anak  usaha PT Bekasi Matra Industrial Estate (BMIE). Sisanya akan digunakan  untuk penambahan lahan perseroan guna menambah lahan di seputaran  daerah tersebut.

Selain itu, perseroan juga menyertakan sebanyak 852,5 juta waran seri  I secara cuma-cuma dengan rasio 2:1. Nah, pemegang dua saham lama,  memperoleh satu waran untuk dieksekusi menjadi satu saham saat jatuh  tempo. Harga indikasi untuk eksekusi waran ditetapkan sebesar Rp  190-220 per unit dengan jangka waktu sepanjang tiga tahun.

Mengenai harga perdana itu, manajemen mengklaim menggunakan pendekatan  PE Ratio dibanding dengan perusahaan sejenis. PE Bekasi Fajar 7 kali,  harganya sudah didiskon 20 persen dari PE industri tahun 2012. Jadi,  menurut perhitungan kami harga itu relatif murah," tukas Ferry Budimantanja, Direktur Utama PT Ciptadana Securities sebagai penjamin emisi. 

Ferry melanjutkan penjualan saham dialokasikan untuk investor lokal,  terutama institusi. Karenanya, manajemen tidak akan melakukan  penawaran melalui roadshow ke mancanegera. Perseroan optimistis,  saham perdana itu bakal diserap investor dalam negeri dengan orientasi  investasi jangka panjang. ”Kami juga berniat melakukan penjualan bagi  investor ritel,” tukasnya. (far)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Sembako Melonjak Naik

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler