BI Ramalkan Pasar Halal Domestik Tumbuh Pesat

Selasa, 15 Maret 2022 – 06:45 WIB
Bank Indonesia (BI) meramalkan konsumsi produk lanan halal di Indonesia bakal tumbuh subur. Foto: Humas Kemenag

jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramalkan konsumsi produk lanan halal di Indonesia bakal tumbuh pesat.

Deputi Gubernur BI Juda Agung menyebutkan pertumbuhan itu bakal mencapai 14,96 persen dari sekitar USD 184 miliar pada 2020.

BACA JUGA: Skincare Lokal Halal Halwey Tembus Pasar Internasional Hingga ke 6 Negara ini

"Menjadi USD 281,6 miliar pada 2025," ucap Juda, dalam acara Business Forum Indonesia Halal Markets yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (14/3).

Hal itu karena, dari sisi permintaan Indonesia memiliki populasi muslim yang banyak dan pasar halal domestik terbesar di dunia.

BACA JUGA: 3 Alasan BPJPH Memilih Bentuk Gunungan Wayang sebagai Logo Halal Indonesia

Jika dilihat dari pusat makanan halal, pangsa pasar Indonesia telah menjadi yang terbesar di dunia yakni mencapai 13 persen sehingga akan mendukung perkiraan tersebut.

"Indonesia berada dalam peringkat tiga besar dalam pusat distribusi industri halal bersama dengan Uni Emirat Arab dan Turki," bebernya.

BACA JUGA: Logo Halal Bikin Heboh, Kapitra Pakai Kata Dangkal dan Bodoh

Tren perdagangan internasional antara Indonesia dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) sepanjang 2021 juga mengalami pemulihan yang signifikan.

Pada 2021 kinerja ekspor Indonesia ke negara-negara anggota OIC meningkat 13,7 persen dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama 2020.

"Gaya pusat ekonomi syariah internasional juga telah berkembang selama lima tahun terakhir berturut-turut," ucap Juda.

Juda menegaskan telah meningkatkan upaya sebagai terobosan dan percepatan pertumbuhan ekonomi Islam melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Islam yang langsung diarahkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Sebagai bagian dari rencana utama ekonomi dan keuangan syariah Indonesia 2019-2024 yang memiliki berbagai pilar strategis utama," tegas Juda. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler