BI Sudah Harus Turun Tangan, 2 Hal Bergejolak, Harus Gerak Cepat

Jumat, 08 Juli 2022 – 21:13 WIB
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyarankan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan. Ilustrasi/foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA -  Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyarankan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

Bhima menyebut BI layak menaikkan suku bunga acuan minimal 25 basis poin untuk mencegah investor asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).

BACA JUGA: Wahai BI, Dengar Pendapat Ekonom Ini, Jangan Sampai Aliran Modal Ambyar Semua

"Untuk mengimbangi spread imbal hasil Surat Berharga Negara dengan US Treasury (obligasi pemerintah AS) yang terpengaruh oleh kenaikan suku bunga The Fed," kata Bhima, di Jakarta, Jumat (8/7).

Bhima juga mengatakan BI harus menstabilkan rupiah dan inflasi lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20-21 Juli.

BACA JUGA: Ancaman Inflasi Makin Menguat, Kamrussamad Desak BI Mengevaluasi Suku Bunga

Oleh sebab itu, dia memproyeksi BI akan menaikkan suku bunga dua hingga tiga kali sepanjang sisa tahun ini, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global.

"BI akan menaikkan suku bunga, dua hingga tiga kali sepanjang semester dua tahun 2022," ujar Bhima.

BACA JUGA: Lagi-Lagi Rupiah Melemah, Ada Sinyal Kebijakan Baru dari BI?

Meski demikian, BI perlu mempertimbangkan kondisi nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan likuiditas perbankan.

Selain itu, lanjut Bhima, untuk mengantisipasi dampak negatif naiknya suku bunga terhadap sektor riil, pemerintah juga perlu mendorong stimulus fiskal melalui APBN.

Riset Reuters memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga hingga 125 basis poin pada kuartal III-2022 menjadi 2,75 persen hingga tiga persen.

Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, per 5 Juli 2022 kepemilikan asing pada SBN tercatat sebesar 15,89 persen.

Di sisi lain, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 3,5 persen pada RDG 22-23 Juni 2022 lalu. Angka ini telah bertahan selama 15 bulan atau sejak Maret 2021. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BI   suku bunga acuan   inflasi   rupiah   The Fed   Ekonomi  

Terpopuler