Bicara Kasar, Pimpinan Polres Didemo Ratusan Polisi

Minggu, 05 Oktober 2014 – 09:23 WIB

jpnn.com - PAMEKASAN – Ratusan anggota kepolisian di Pamekasan melakukan unjuk rasa besar-besaran. Mereka memprotes para pimpinan yang tidak menghargai dan memanusiakan anggota.

Demo serentak itu menghentakkan jajaran Polda Jatim. Sebab, belum pernah ada ratusan polisi mendemo atasan besar-besaran seperti itu.

BACA JUGA: Tiga Kecamatan Krisis Air, Ribuan Warga Terimbas

Turunnya ratusan aparat berseragam cokelat di halaman mapolres kemarin (4/10) itu dilatarbelakangi kekecewaan anggota atas sikap Wakapolres Pamekasan Kompol Hartono. Para pendemo yang berasal dari anggota satreskrim tersebut menuntut atasannya mundur.

Selain wakapolres, dua perwira yang diminta mundur adalah Kabag Sumda Sugeng Santoso dan KabagOps Kompol Slamet Hariyadi.

BACA JUGA: Hasil Seleksi Administrasi CPNS Diumumkan 9 Oktober

Para pedemo mendesak atasannya tersebut angkat kaki dari Kota Gerbang Salam. Gara-garanya para polisi merasa pimpinannya tersebut sering menghina dan melecehkan anggota bawahan.

"Kata-kata yang mereka (Waka, Kabag Osps dan Kabag Sumda, Red) lontarkan itu tidak mencerminkan sebagai pimpinan. Setiap apel selalu mengatakan kami anjing, pelacur, dan brengsek. Seharusnya, kami diberi semangat bukan dicaci maki,” teriak salah seorang anggota yang berdemo Brigadir Slamet Budi Harto.

BACA JUGA: Wakapolda Kepri Dimutasi

Menurut Slamet, aksi demo tersebut dilakukan setelah Sugeng Santoso selaku Kabag Ops Polres Pamekasan yang memimpin jalannya apel pagi langsung marah-marah ke salah seorang anggota satreskrim.

Bahkan, Sugeng Santoso mendorong anak buahnya sampai jatuh. Anggota satreskrim tersebut langsung dibawa ke propam untuk diperiksa tanpa ada kesalahan atau pelanggaran hukum yang jelas.

Sebagai bentuk perlawanan, teman-teman yang lain langsung bergerak ke pintu utama menuju kantor mapolres untuk menemui Wakapolres Hartono, Slamet Hariyadi dan Sugeng Santoso. Tapi, aksi mereka dicegat anggota polisi yang berjaga di depan pintu masuk.

”Ucapan yang tidak pantas itu sering juga dilontarkan kepada kami di depan publik. Sebelumnya, pada Rabu malam (1/10) anggota satreskrim yang lain juga dimarah-marahi dan dikatakan anjing, pelacur, dan lain-lain,” teriaknya.

Beberapa saat kemudian, tiga pimpinan polres langsung menemui anggota polisi yang berdemo. Saat itu, anggota langsung menyerbu dan mengepung pimpinannya. Termasuk, menghadiahi atasannya seekor kambing.

Mengetahui hal itu, AKP Nur Amin selaku Kasat Reskrim Polres Pamekasan mencoba menenangkan anak buahnya. Tapi, para bintara menolak sebelum ketiga atasannya membuat surat pernyataan dan angkat kaki dari Polres Pamekasan.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura, Kompol Hartono selaku Wakapolres Pamekasan membantah sering mengeluarkan kata-kata kasar sebagaimana yang dituduhkan anak buahnya. Hanya saja, dia menegaskan bahwa didikannya menuntut supaya bersikap tegas. Utamanya, dalam penanganan kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) yang banyak tidak terungkap.

”Apa yang kami katakan itu sebagai bentuk didikan yang tegas. Jika didikannya lemah, tempatnya bukan di kepolsian. Ini kami lakukan agar anggota lebih semangat dan memiliki tanggungjawab,” ujarnya.

Terkait dengan pemeriksaan anggota satreskrim di provos, Hartono menerangkan itu dilakukan karena yang bersangkutan berbicara saat apel. ”Karena tidak disiplin, maka sangat pantas jika diberi binaan,” ungkapnya.

Unjuk rasa itu, membuat Polda Jatim memberi atensi khusus. Karena itu, Wakapolda Jatim Brigjen Suprodjo Wirjo Sumarjo langsung turun ke mapolres. Setelah memberikan pembinaan kepada anggota Polres Pamekasan, wakapolda menjelaskan, demo tersebut terjadi karena kesalahpahaman saja.

Dirinya belum mengambil sikap mengenai tuntutan pendemo yang minta ketiga pimpinan tersebut dipindah. Tapi, dia memastikan masalah itu tidak akan berlanjut karena akan diselesaikan secara internal.

”Kami masih melakukan pemeriksaan. Jika benar (apa yang disampaikan anggota polisi yang unjuk rasa, Red.), maka kami akan melakukan perbaikan. Sementara mengenai anggota yang berdemo, biar propam saja yang mengurusi,” tandasnya. (sin/yan/jpnn/end)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingat, Golok Harus Tajam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler