Bidik Transformasi Perusahaan, KML Food Tunjuk Eko Taufik Jadi Wakil Dirut

Rabu, 08 Desember 2021 – 15:56 WIB
PT Kelola Mina Laut Food (KML Food) mengangkat Eko Taufik Wibowo menjadi Wakil Direktur utama. Foto: KML Food

jpnn.com, JAKARTA - PT Kelola Mina Laut Food (KML Food) mengangkat Eko Taufik Wibowo menjadi Wakil Direktur utama.

Hal itu dilakukan salah satunya dalam rangka transformasi untuk perubahan dan penyesuaian internal.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial Sukses Ekspor Makanan Olahan Cokelat, Sebegini Nilai Omzetnya

Eko Taufik dikenal sebagai bankir alumni Mandiri dan berpengalaman di BUMN.

"Saat ini Eko Taufik melakukan penugasan transformasi di beberapa BUMN pangan," ujar KML dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (8/12).

BACA JUGA: Konsumsi Lebih dari 4 Porsi Makanan Olahan Tingkatkan Risiko Kematian

KML berharap Eko Taufik mampu meningkatkan kinerja perusahaan untuk dapat bersaing di pasar global dan menghadapi krisis pandemi saat ini.

Pasalnya, sektor makanan masih menjadi sektor yang menjanjikan di tengah pandemi. Apalagi, tahun depan perekonomian diperkirakan jauh lebih baik, salah satu sektor yang ikut bergeliat adalah makanan.

"Dipilihnya Eko Taufik Wibowo, diharapkan bisa menjadi angin segar bagi KML Food, untuk terus mengembangkan makanan olahan laut," tulis KML.

KML Food bakal melakukan berbagai transformasi untuk memaksimalkan kinerjanya di 2022 mendatang, sehingga menjadi perusahaan yang kuat.

Perseroan itu juga terus mengembangkan unit pengolahannya, yang terdapat di Makasar, Kendari, Sidoarjo, Rembang, Lamongan, Luwuk dan Ambon.

KML Food berhasil memberdayakan 100 ribu nelayan kecil hingga nelayan besar di seluruh Indonesia dan akan terus mengembangkan unit-unit yang terintegrasi.

Perusahaan di bidang sektor makanan olahan itu bakal mengembangkan bisnis model pasar ekspor dan domestik.

"Bentuk komitmen perusahaan memeratakan perekonomian, KML Food juga terus melakukan partnership dengan mitra binaan lokal di berbagai daerah, seperti Ambon, Tual, Gorontalo, Bitung, Lombok, Flores, Kupang, Dobo, Sorong, Papu, dan daerah-daerah berpotensi lainnya," tulis KML.

Perusahaan yang didirikan sejak Agustus 1994 oleh Alm M Nadjikh ini tidak hanya fokus pada pengolahan ikan teri nasio (chirimen), juga pengeolahan ikan dan cepalopoda.

Beberapa produk unggulannya adalah kakap merah (scarlet snapper), ikan karang (coral fish), gurita (octopus), tengiri, tuna, ikan air tawar (bandeng, nila) dan aneka ikan lainnya.

"Beberapa unit yang masih akan terus dikembangkan adalah unit pengolahan udang (shrimp) di Gresik dan Makasar, serta unit pengolahan rajungan (crab) di Gresik yang berfokus pemberdayaan nelayan," tulis KML.

Di samping itu, KML Food terus mengembangkan unit pengolahan seafood (value added) dengan aneka jenis produk, seperti butterfly shrimp, coconut shrimp skiewer, torpedo shrimp, crispy deli, bon-bon deli, shrimp pastry, spring roll, dan seafood/cocktail samosa untuk pasar ekspor, industry sayuran terpad dan produk dimsum, nugget, siomay untuk pasar domestik.

KML Food terus menjelma menjadi perusahaan kelas ‘kakap’ yang terus menggurita di berbagai lini makanan olahan.

"KML Food juga terus menyebar ke berbagai negara. Berbagai transformasi yang dilakukan, diharapkan tidak hanya bisa berdampak positif bagi perusahaan, tapi juga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," tegas KML Food. (mcr10/jpnn)

 

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler