BIJB Hampir Kelar, Warga Kuningan Harus Siap Sambut Wisman

Selasa, 03 Oktober 2017 – 06:40 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara saat tiba di bandara. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, KUNINGAN - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperlihatkan semangat bergelora pada perhelatan Hari Jadi Kuningan ke-519, Senin (1/10) dini hari. Pada acara yang digelar di Lapangan Bola Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kab Kuningan, Jawa Barat itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ukus Kuswara secara langsung mengajak ribuan masyarakat yang hadir untuk bersiap-siap menyambut wisatawan mancanegara maupun nusantara dan menjadikan turisme sebagai sektor yang bisa menyejahterakan rakyat.

"Apalagi jika bandara sudah jadi, masyarakat harus terbuka, harus ciptakan yang unik, harus munculkan budaya Kuningan, dan jaga alam dengan baik. Karena Kuningan memiliki alam yang bagus dan juga budaya yang menarik," kata Ukus.

BACA JUGA: Maknyusss! Mi Gomak Taput Raih Juara I Nasional

Seperti diketahui, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka sudah dimulai pada Desember 2015. Bandara itu akan beroperasi penuh pada Februari 2018.

Bandara itu akan diperasikan oleh PT Angkasa Pura II yang sudah punya reputasi kelas dunia. Saat ini perusahaan BUMN itu sudah mengelola 13 bandara yang ada di Indonesia Barat, termasuk Soekarno Hatta, Tangerang. 

BACA JUGA: Gelar Festival Bambu, Desa Wisata Kebonsari Arak Pengantin

Menurut Dirut PT AP II Muhammad Awaluddin, tahun ini perusahaan yang dipimpinnya juga menangani Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Jawa Timur. “Secara simultan, akan kita kebut, agar bisa men-support wisatawan yang akan ke Banyuwangi maupun ke Jawa Barat bagian tengah,” ucap Awaluddin.

Bandara Kertajati sekarang masih proses administrasi. Bandara ini bisa untuk akses bagi destinasi Majalengka, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu. “Tentu, termasuk Kuningan, akan cepat diakses melalui Kertajati,” kata Awaluddin. 

BACA JUGA: ITdBI Jadi Suksesor Penyelenggaraan Event di Banyuwangi

Jika Bandara Kertajati rampung, maka akses menuju Kuningan akan makin mudah dan cepat. Dalam acara puncak Hari Jadi Kuningan tersebut, Kemenpar memberikan dukungan dengan menyajikan pagelaran wayang ajen dan agenda acara lainnya. 

Ki Dalang Wawan Ajen juga memukau ribuan pengunjung yang memadati lapangan tersebut. Hadir dalam acara itu antara lain Bupati Kuningan Acep Purnama, anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman, Ketua DPRD Kab Kuningan Rana Suparman, Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Hariyanto dan para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam acara  pertunjukan wayang ajen kolosal, dalang kondang Ki Wawan Ajen membuat suasana sangat hangat dan meledak. Tema lakon menyampaikan pesan moral dari berbagai arahan dan gagasan kreatif Menteri Pariwisata Arief Yahya tentang prioritas program Kementerian Pariwisata. 

Go digital, homestay dan airlines serta memegang jurus sakti Menteri Pariwisata Ariaf Yahya soal 3A (atraksi, aksesibilitas dan amenitas), jurus 3S (solid, speed dan smart) yang dikemas dalam wujud monolog dan dialog tokoh wayang oleh Ki Dalang Wawan Ajen secara luwes membuatnya dan mudah dipahami penonton.

"Bandara kalau sudah dibuka, anak muda Kuningan harus kreatif, kreatif dan kreatif. Jangan gunakan sosial media untuk hal yang tidak bermanfaat, sosial media harus dijadikan ajang untuk mempromosikan pariwisata. Bandara jadi, Kuningan harus siap menyambut wisatawan mancanegara," ujar Cepot, salah satu lakon yang dimainkan Wawan Ajen dengan sangat atraktif.

Sekadar informasi, Bandara Kertajati memiliki luas lahan 1.800 hektar dan akan dilengkapi dengan akses tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, serta akses kereta. Luas terminalnya mencapai 96.000 meter persegi yang bisa menampung 5-11 juta penumpang per tahun. Diharapkan, selambat-lambatnya akses tol sudah harus ada sebelum 2020.

Runway bandara yang diharapkan menjadi pintu gerbang bisnis dan pariwisata Indonesia di Jawa Barat dan kawasan penyangga bagian timur Jabodetabek ini nantinya akan dikembangkan dengan panjang 3.500 meter. Saat ini, untuk runway terpanjang di Indonesia dimiliki Bandara Hang Nadim (Batam) yaitu 4.025 meter.

Nantinya, bandara ini akan memiliki konsep yang mirip dengan Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara dan Bandara Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. "Ingat, wisatawan itu paling tertarik dengan budaya, jadi kekuatan budaya di Kuningan harus tetap dijaga, harus tetap dikembangkan. Karena pariwisata itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemegahan Borobudur Jadi Mahakarya Fashion dan Hairstyle 


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler