Bikin Grande Partita Kian Sengit

Senin, 20 Februari 2012 – 14:17 WIB
TURIN - Juventus hanya sempat menduduki takhta klasemen Serie A Liga Italia pada pekan ke-24 tidak lebih dari 24 jam. Mereka harus kembali merelakannya kepada AC Milan yang tadi malam menang 3-1 (2-0) atas tuan rumah Cesena.

Ya, Juve sempat berkuasa sebentar setelah kemarin dini hari menang atas Catania 3-1 (1-1). Itu membawa mereka mengemas 49 poin dari 23 pertandingan. Juve memang punya satu pertandingan sisa lebih banyak ketimbang Milan.

Kemenangan yang digapai Juve dan Milan pada pekan ke-24 ini bakal menjadi modal yang mantap jelang bertarung pada pekan ke-25 di San Siro. Kebetulan, mereka akan kembali bertemu. Bentrok penentu capolista alias penguasa klasemen sementara.

Musim ini sudah dua kali kedua tim bentrok. Hasilnya, Juve selalu menang. Mereka menang 2-0 pada pekan kelima Serie A (2/10) dan menang 2-1 pada first leg semifinal Coppa Italia. Kali ini, Milan tidak akan membiarkan mereka menang lagi.

Melawan Cesena tadi malam, Milan sengaja menyimpan sejumlah pemain utamanya. Kesempatan diberikan kepada pemain pelapis seperti Urby Emanuelson, Sulley Ali Muntari, Daniele Bonera, Massimo Ambrosini, dan Maxi Lopez.

Ternyata, hasilnya tetap mantap. Muntari langsung mencetak gol pada debutnya pada menit ke-29. Menyusul kemudian gol Emanuelson (31") dan Robinho (55"). Gol Cesena dicetak Daniel Pudil (65"). Klub berjuluk Rossoneri itu pun kembali memimpin dengan 50 poin.

Sebelumnya, pada kemarin dini hari, Juve yang menjamu Catania menang 3-1 melalui gol Andrea Pirlo pada menit ke-22, disusul gol Giorgio Chiellini (74"), dan Fabio Quagliarella (81"). Sebelumnya mereka tertinggal oleh gol Pablo Barrientos di menit keempat.

Terlepas dari kartu merah yang jatuh kepada bek Catania Marco Motta, kemenangan itu menunjukkan Juve punya mental pemenang. "Kami tidak pernah jauh dari posisi teratas. Kami membalikkan keadaan, menunjukkan kami lebih dewasa," kata Antonio Conte, pelatih Juve, seperti dikutip Football Italia.

Melawan Catania, Conte sengaja mengganti skema permainan dari 4-3-3 ke 3-5-2. Hasilnya efektif. "Saya pikir kami bisa memakai 4-3-3 atau 3-5-2 pada musim ini. Para pemain senang dengan taktik itu. Kami juga punya tiga bek tengah hebat," jelas Conte.

Kemudian, jelang melawan Milan, Pirlo yang pernah sepuluh tahun di Milan dan sekarang menjadi kunci permainan Juve, menilai dirinya tidak lagi emosional. Sekarang dirinya lebih fokus untuk membawa kemenangan, karena krusialnya hasil itu.

"Kembali bermain di San Siro memang menyenangkan, tetapi saya tidak mau terbawa emosi, karena pertandingan itu sangatlah penting buat kedua tim. Kami menang dua kali musim ini, tapi saya tidak berpikir kami favorit," jelas Pirlo, seperti dikutip Goal. (ham)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Prihatin Nasib Mantan Klub

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler