Bikin Onar, Massa Pengarak Jenazah Lukas Enembe Bakar 25 Ruko Milik TNI AD

Kamis, 28 Desember 2023 – 23:23 WIB
Foto udara memperlihatkan bangunan ruko milik Komando Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi (Korem 172/PWY) dilalap api setelah massa pengarak jenazah Lukas Enembe membuat onar. Foto: Humas Polda Papua

jpnn.com, JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengungkapkan kerusuhan yang terjadi saat ribuan orang mengiringi jenazah Lukas Enembe di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Kamis ( 28/12/2023), menyebabkan 14 orang mengalami luka-luka.

Menurut Fakhiri, separuh dari jumlah korban luka-luka itu merupakan aparat keamanan.

BACA JUGA: Pengiring Jenazah Lukas Enembe Kisruh, Mobil Polisi Terbakar, 3 Aparat jadi Korban

"Ada tujuh anggota TNI/Polri jadi korban, termasuk walpri (pengawal pribadi, red) dan sopir Karo Ops Polda Papua,” ujar Fakhiri.

Alumnus Akpol 1990 itu menuturkan salah satu korban tersebut ialah Penjabat (Pj) Gubernur Papua Ridwan Rumasukun.

BACA JUGA: Ribuan Massa Mengarak Peti Jenazah Lukas Enembe

Fakhiri menjelaskan para korban sudah mendapatkan perawatan.

“Untuk Pak Pj (gubernur) rencananya akan dirujuk ke RSPAD," tutur Fakhiri.

BACA JUGA: Bendera Bintang Kejora Mewarnai Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe

Polisi yang menjalani sebagian besar masa tugasnya di Korps Brimob itu menambahkan kerusuhan tersebut juga menyebabkan kerusakan bangunan.

Fakhiri memerinci ada 25 ruko, termasuk klinik kesehatan milik milik TNI AD, dibakar massa. Selain itu, lima kendaraan yang salah satunya mobil operasional Karo Ops Polda Papua juga rusak berat. 

"Ada sekitar 25 unit bangun milik Korem 172/PWY yang terbakar akibat ulah dari massa pengantar jenazah almarhum Bapak Lukas Enembe," kata Fakhiri.

Oleh karena itu, Fakhiri menyayangkan aksi anarkistis yang dilakukan massa pengarak jenazah mantan gubernur Papua tersebut.

“Ini sangat disayangkan. Anak-anak yang seharusnya menghargai orang tuanya yang dipanggil Tuhan, tetapi melakukan hal-hal yang tidak terpuji," ucapnya.

Fakhiri juga menyebut aksi anarkistis tersebut sangat mencoreng tradisi dan budaya orang Papua saat berduka. 

"Mari berduka yang benar, sesuai budaya kita di Papua, bukan melakukan hal-hal yang merusak, mencederai martabat dan harkat kita sebagai anak Papua," katanya.(mcr30/jpnn.com) 

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolda Papua Prihatin dengan Aksi Anarkistis Massa Pengantar Jenazah Lukas Enembe


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler