BIN Bangun 2 Fasilitas Canggih Mengusung Teknologi 4.0

Selasa, 31 Mei 2022 – 09:07 WIB
Kepala BIN Budi Gunawan bersama Megawai Soekarnoputri di STIN, Bogor, Jawa Barat. Dok Humas BIN.

jpnn.com, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) terus mengembangkan diri untuk menjadi lini terdepan keamanan negara. Hal ini ditandai dengan peresmian fasilitas teknologi Medical Intelligence dan Smart Campus Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dengan mengusung teknologi 4.0.

Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan mengatakan pengembangan smart campus STIN bisa dilihat dari lahan mencapai 15 hektare yang dilengkapi teknologi canggih.

BACA JUGA: BIN Sulut Tetap Gencarkan Vaksinasi Saat Kasus Covid-19 Melandai

“Sebagai sekolah tinggi intelijen yang menuju one of leading intelligence universities in Asia tahun 2035, untuk mewujudkan hal itu, BIN membangun smart campus yang mengimplementasikan teknologi digital,” kata Budi di lingkungan STIN, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/5).

Budi menuturkan di dalam smart campus terdapat smart class yang dilengkapi dengan smart board dan LED untuk presentasi materi pembelajaran.

BACA JUGA: Megawati Resmikan Smart Campus, Prabowo dan BG Hadir, Jokowi di Mana?

Kemudian, smart library yang memungkinkan proses peminjaman literatur tercatat secara digital dan bisa mengakses ratusan ribu e-book secara online, termasuk di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) hingga dari koleksi pribadi Kepala BIN.

Kemudian ada delapan laboratorium berteknologi terdepan, di antaranya laboratorium nuklir, bio molekuler, virtual chemical, siber, IT and Economic Intelligence, hingga laboratorium bahasa, dan simulator berbagai perangkat termasuk intelligence drone.

BACA JUGA: Hadir di Acara STIN, Megawati Duduk Diapit Prabowo dan BG, Tidak Ada Sosok Jokowi

Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI-artificial intelligence) diterapkan untuk efektivitas operasional maupun keamanan. Misalnya voice recognition dan face recognition yang memungkinkan pengoperasian berbagai perangkat termasuk lift, serta pendeteksian pergerakan di lingkungan kampus.

Sementara, pada gedung Medical Intelligence ‘Wangsa Avatara’ yang berada di kantor BIN Pejaten menandakan BIN berperan besar pada upaya pemerintah dalam aspek kesehatan. Adanya Medical Intelligence tersebut juga diyakini dapat mencegah kasus-kasus kesehatan di masa mendatang.

Gedung Medical Intelligence Wangsa Avatara akan diisi oleh tenaga profesional bereputasi internasional, serta peralatan, teknologi, dan sarana prasarana yang canggih. Di antaranya seperti next generation sequencing (NGS) untuk preparasi otomatis yang hanya terdapat satu-satunya di Indonesia.

“Setelah dua tahun menghadapi krisis pandemi Covid-19 kita dipaksa beradaptasi dengan kehidupan. Maka BIN menginisiasi terbentuknya Medical Intelligence Wangsa Avatara yang diawasi oleh SDM mumpuni dan peralatan yang canggih,” ujar Budi.

Fasilitas lain milik Wangsa Avatara yakni Bio Safety Level 3 (BSL 3). Di sini, para peneliti mampu melakukan kultur penyakit berbahaya seperti virus lassa fever, MERS, nipah, rift valley fever, serta demam berdarah. Kategori BSL 3 memungkinkan para peneliti menyimpan kultur sel, virus, serta materi genetik penyakit infeksius dengan aman.

Sementara di BSL 2, para peneliti dapat mengisolasi dan mengidentifikasi patogen penyebab penyakit baik itu bakteri, virus, atau jamur, serta meneliti senyawa atau obat untuk mengobati penyakit tersebut.

Kedua fasilitas ini, BSL 3 dan BSL 2 sudah bersertifikat World Biohaztec sehingga memenuhi standar biosafety dan biosecurity level dunia.

Di tempat yang sama, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengatakan ilmu harus bisa terus dialirkan kepada para putra-putri bangsa. Dia juga berpesan agar para taruna-taruni yang telah diterima BIN untuk terus mengasah kemampuan.

“Seperti Bung Karno, selalu mengajarkan kepada semua putra-putrinya betapa penting pendidikan. Kemudian juga perlu diasah, agar manusia menjadi mumpuni dan selaras,” kata Megawati.

“Saya harapkan kalian bisa menjadi insan prajurit bangsa, memiliki pemikiran seperti Bung Karno. Selalu siap dalam medan tugas apapun juga untuk bekerja tanpa kenal lelah, rela berkorban dan pantang menyerah hingga titik darah penghabisan,” sambung dia. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet, Prabowo, hingga Megawati Resmikan Smart Campus Soekarno di STIN


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler