Bamsoet, Prabowo, hingga Megawati Resmikan Smart Campus Soekarno di STIN

Senin, 30 Mei 2022 – 19:51 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua BIN Budi Gunawan, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menkum HAM ikut meresmikan Smart Campus Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Medical Intelligence Wangsa Avatar di STIN pada Senin (30/5). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, BOGOR - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meresmikan Smart Campus Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Medical Intelligence Wangsa Avatar di STIN sekaligus menghadiri pelantikan taruna mula angkatan XVIII Asta Dasa Mahasura STIN.

Dalam peresmian itu, Warga Kehormatan Badan Intelijen Negara (BIN) ini bersama tokoh bangsa, seperti Megawati Soekarnoputri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

BACA JUGA: Monumen Empat Pilar MPR RI di Bali Diresmikan, Bamsoet Ungkap Sejumlah Harapan

"Apresiasi tinggi perlu diberikan kepada Kepala BIN Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan yang senantiasa melakukan terobosan dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas jajaran personel BIN," ujarnya.

Ketua umum IMI ini menyatakan, kehadiran Smart Campus Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Medical Intelligence Wangsa Avatar makin menguatkan STIN sebagai kampus bertaraf internasional, World Class Intelligence College.

BACA JUGA: Bamsoet Sebut NTB dan NTT Layak Jadi Tuan Rumah Bersama PON 2028

"Sehingga dapat meningkatkan prestasi peserta didik STIN agar kelak menjadi personel intelijen negara yang profesional, tangguh, dan memiliki determinasi tinggi," ujar Bamsoet.

Hal itu dikatakannya seusai meresmikan Smart Campus Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Medical Intelligence Wangsa Avatara di STIN, Bogor, Senin (30/5).

BACA JUGA: Bamsoet Anggap Ketua MK dan Adiknya Jokowi Cocok Bersanding

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, keberadaan kampus tersebut dapat memperkuat peran dan tugas utama seorang intelijen negara sebagai garda pertahanan terdepan dalam menghadapi setiap ancaman.

"Keberadaan Medical Intelligence Wangsa Avatara, dapat mempersiapkan para calon intelijen dalam menghadapi berbagai potensi ancaman negara yang datang melalui virus hingga nubika (nuklir, biologi, dan kimia),'' jelasnya.

Jadi, apabila dunia kembali dihadapkan pandemi karena penyebaran virus tertentu maupun ketegangan dunia akibat nubika, personel BIN bisa secara cepat dan tepat dapat membantu pemerintah mengatasinya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, kampus di STIN harus dapat melahirkan agen intelijen berkualitas internasional yang memiliki jejaring global dan menguasai berbagai isu sentral dunia.

Setiap intelijen negara dapat melihat suatu fenomena tidak hanya dari permukaan, tetapi juga dari sisi gelap sekaligus mampu bergerak dalam bayang.

"Apresiasi perlu diberikan kepada para taruna intelijen negara yang telah memilih jalan sunyi. Jalan sunyi tersebut, seorang intelijen jika berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki, jika hilang tidak akan dicari, jika mati tidak ada yang mengakui. Berkat kerja keras dan pengorbanan merekalah, Indonesia masih tetap tegak berdiri hingga saat ini," pungkas Bamsoet. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MK Nikahi Adik Jokowi, Bamsoet: Jangan Dikaitkan dengan Politik


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler