BIN dan Papua Muda Inspiratif Berdayakan Ratusan Orang Bekerja di Lahan Jagung

Jumat, 23 September 2022 – 23:11 WIB
Papua Muda Inspiratif (PMI), binaan Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil memberdayakan sekitar 120 orang warga untuk bekerja di lahan jagung, di Kampung Sitori, Distrik Kebar Timur, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Foto dok PMI

jpnn.com, PAPUA BARAT - Anak muda yang tergabung dalam Papua Muda Inspiratif (PMI), binaan Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil memberdayakan sekitar 120 orang warga untuk bekerja di lahan jagung, di Kampung Sitori, Distrik Kebar Timur, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Koordinator PMI Kebar Timur, Daud Amnan mengatakan, 120 orang itu berasal dari sejumlah suku yang ada di Papua Barat.

BACA JUGA: BIN Dorong Bank Indonesia dan DPRD Keerom Dukung Papua Muda Inspiratif

Setiap hari mereka bekerja dengan upah Rp 100 ribu dan uang makan Rp 25 ribu. Total Rp 125 ribu. Target kedepannya lebih banyak lagi masyarakat Papua yang bisa bekerja.

"Sampai saat ini kami akomodir setiap kepala suku yang ada di wilayah ini untuk melakukan perkerjaan, baik pemuda dan orang tua. 120 orang sudah bekerja," ujar Daud di lokasi lahan jagung, Kamis (22/9).

BACA JUGA: Jangan Meninggalkan Salat Jumat Lebih dari 3 Kali, Bahaya!

Program ini diinisiasi dan digagas oleh Kepala BIN, Jenderal Pol. Prof. Dr. (Purn) Budi Gunawan dan Presiden Joko Widodo, serta disambut antusias oleh pemuda dan masyarakat Papua.

Ada sekitar 200 hektar lahan kosong milik warga yang dipercayakan kepada PMI untuk dikelola. Saat ini sudah ada 70 hektar lahan yang sudah di tanami jagung.

BACA JUGA: Hasnaeni Moein Ditetapkan jadi Tersangka, Bu Susi: Ayo, Wanita Bermartabat

PMI dengan dukungan BIN berhasil menggandeng investor, yaitu perusahaan PT Nuansa Lestari Sejahtera untuk turut serta mengelola tanaman jagung itu supaya berjalan dengan maksimal.

Daud menjelaskan, perusahaan kemudian memberikan uang Rp 2 juta per bulan kepada pemilik lahan.

Serta, perusahaan membayar pekerja Rp 125 ribu per hari. Nantinya, hasil panen jagung juga akan dibagi hasil, antara perusahaan dengan pemilik lahan.

"Di sini kita melihat dampak ekonominya baik untuk kita. Kami PMI binaan BIN, kami bergerak untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Daud.

Koordinator PMI Papua Barat, Simon Tabuni menambahkan, PMI memiliki lima program utama, di antaranya pertanian jagung di Papua Barat, khususnya di Distrik Kebar Timur.

Simon mengemukakan saat ini PMI, BIN, masyarakat dan investor, berpegang tangan untuk mendorong pengembangan jagung, kopi dan peternakan di Kab. Tambrauw. Kedepannya, PMI akan melakukan pengembangan jagung di Kab. Fakfak dan Kab. Teluk Bintuni.

"Kami mendorong pengembangan jagung untuk Papua Barat sebagai sentra pangan nasional dan membuka banyak lapangan pekerjaan, serta cita-cita kami untuk masyarakat Papua sejahtera melalui apa yang dimiilikinya mulai dapat terwujud," tutur Simon yang merupakan magister Bidang School Oriental & African Study di University of London tersebut.

Dalam perencanaannya, 200 hektar lahan yang dipercayakan kepada PMI itu, 30 persennya dibuatkan sarana prasana penunjang penanaman jagung, seperti pembuatan embung dan saluran irigasi.

Sedangkan sisanya sekitar 120 hektar, diperuntukkan untuk ditanami jagung.

Hingga saat ini, tanaman jagung yang sudah di tanam sekitar 70 hektar. Terdiri dari petak pertama seluas 44 hektar di tambah 1 hektar aliran air.

Petak kedua seluas 26 hektar. Dan sisanya dalam proses pengolahan tanah.

Diharapkan saat panen nanti bisa disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Kepala BIN, Jenderal Pol Prof. Dr. (Purn) Budi Gunawan.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganjar Dinilai Bisa Dongkrak Elektoral PDIP di Pemilu 2024, Puan Bakal Jadi Beban


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler