BIN Mulai Menyasar Warga di Zona Merah Depok

Sabtu, 23 Mei 2020 – 06:18 WIB
Kegiatan rapid test massal BIN di Depok. Foto: Dok Humas BIN

jpnn.com, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) kembali menggelar kegiatan rapid test massal untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

Kali ini, kegiatan digelar di Giant Tole Iskandar, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Cilodong, Depok pada Jumat (22/5).

BACA JUGA: Tim BIN Terus Bergerak di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

Kegiatan ini merupakan perintah dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan untuk mendeteksi lanjutan terhadap penyebaran virus corona di Indonesia.

Staf Khusus Kepala BIN, Mayor Jenderal TNI (Purn) Neno Hamriono mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok. Menurutnya, BIN akan terus mencari titik-titik episentrum di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona merah.

BACA JUGA: Indonesia Terserah! Sudah Dibubarkan, Pasar Malam BKT Ramai Lagi

"Kami terus berupaya untuk melakukan pedalaman lebih lanjut terhadap klaste baru. Sehingga kami berupaya mencari tempat-tempat yang dianggap memiliki tingkat penyebarannya tinggi,” kata Neno Hamriono dalam keterangannya.

Neno menuturkan, dalam kegiatan ini, BIN menyediakan 500 kit rapid test dan menerjunkan dua unit mobil laboratorium untuk SWAB test yang hasilnya akan langsung keluar dalam waktu lima jam.

BACA JUGA: Trending Indonesia Terserah, Dokter: Kami Mulai Lelah

Kegiatan yang digelar sejak pagi hingga siang ini diikuti 300 peserta, sebanyak 25 orang dinyatakan reaktif terhadap COVID-19 dan akan dilanjutkan dengan SWAB test.

"Ini kesempatan yang baik sekali bagi kami karena masyarakat yang terindikasi reaktif, tidak perlu menunggu lama. Hanya lima jam untuk proses SWAB," kata Neno.

Diketahui, rapid test massal ini merupakan hasil koordinasi antara Badan Intelijen Negara (BIN), Pemerintah Kota Depok, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok dan Dinas Kesehatan Kota Depok.

Sementara itu, Wali Kota Depok Muhammad Idris mengapresiasi rapid test massal yang dilakukan BIN di wilayahnya.

Idris menegaskan, rapid test massal yang digelar BIN ini untuk membantu Pemkot Depok menyisir dan mengidentifikasi penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.

"Dengan rapid test ini, kemungkinan besar terjadi peningkatan pasien positif. Tetapi penambahannya melandai, di samping yang positif meningkat dan yang sembuh juga meningkat. Ini mudah-mudahan bisa menyelesaikan masalah ini," tegas Idris.

Sebelumnya, BIN telah menggelar rapid test massal di Rusun Tambora, Jakarta Barat pada 19 Mei 2020.

Kemudian di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten pada 14-15 Mei 2020.

Lalu rapid test massal di Kawasan Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat pada Senin (11/5) dan di depan Terminal MRT Blok M, Jakarta pada Jumat 8 Mei. (cuy/jpnn)

Terpopuler