Bisa Jadi Konflik di PKS Terkait dengan Prabowo Siap Capres

Minggu, 15 April 2018 – 15:58 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (paling kanan) bersama Presiden PKS Sohibul Iman (nomor 2 dari kanan) dan Amien Rais (paling kiri) dalam Aksi Bela Rohingya di Jakarta Pusat, Sabtu (16/9). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Ari Junaedi menilai kesiapan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden untuk Pemilu 2019 menjadi salah satu pemicu meruncingnya konflik di internal PKS.

Dalam pandangan Ari, ada kelompok di internal PKS yang tak mau hanya dijadikan kendaraan politik bagi tokoh dari parpol lain.

BACA JUGA: Pilpres 2019: PKS Bakal Kesulitan Tentukan Capres

"Gerindra kan sekutu terdekat PKS. Jadi, ketika Prabowo diumumkan sebagai capres, PKS sepertinya tidak mau hanya dipinjam perahu oleh Gerindra. Maka dia harus mematok kader PKS sebagai calon wakil presiden," ujar Ari kepada JPNN, Minggu (15/4).

BACA JUGA: Joko Widodo vs Prabowo Lagi, Masih Menarik?

Pengajar di Universitas Indonesia (UI) itu juga menangkap kesan PKS merasa perlu segera mengumumkan nama kadernya yang akan diusung sebagai cawapres. Tujuannya untuk mengunci Gerindra agar tidak menggaet tokoh di luar PKS.

Persoalannya, sambung Ari, faksi-faksi di tubuh partai berlambang padi dan bulan sabit kembar itu tidak satu suara. Masing-masing menginginkan tokoh yang diusung berasal dari faksi mereka.

BACA JUGA: Osan Vs Osin di PKS, Ada Kader Diajari Bekerja Ala Intelijen

Akibatnya, konflik internal sepertinya sulit dihindarkan.  "Saya kira PKS juga tak mau meng-endorse orang lain (sebagai cawapres, red). Katakanlah Anies Baswedan atau Gatot Nurmantyo. Sepertinya partai ini menginginkan kadernya yang maju sebagai cawapres," ucap Ari.

Ari memaklumi jika beberapa partai sangat berambisi mengusulkan kadernya maju sebagai capres maupun cawapres di Pilpres 2019. Menurutnya, pada saat pemilu legislatif dan pilpres dilaksanakan serentak, maka maka fokus para pemilih pada pemilihan RI 1 - RI 2.

Artinya, partai yang mengusung kadernya menjadi capres maupun cawapres bakal mengharapkan bonus elektoral di pemilihan legislatif. Baik itu di tingkat pusat maupun daerah.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Pasti Kalah, tapi AHY Masih Miskin Pengalaman


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler