Bisnis Yachting Sabang-Langkawi-Phukat Bakal Dipromosikan

Jumat, 28 April 2017 – 12:02 WIB
Sail Sabang. Foto: Istimewa/Batam Pos

jpnn.com, BANGKOK - Tidak ada rival abadi. Hanya ada kepentingan yang abadi. Itulah yang membuat Indonesia - Malaysia duduk bersama, kompak untuk tujuan yang sama.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Deputy Minister of Tourism and Culture Malaysia Datuk Mas Ermieyati Samsudin terlihat nyaman bercerita dan ujungnya saling support.

BACA JUGA: Hadirkan Wali ke Batam untuk Sedot Wisman Singapura dan Malaysia

Pariwisata tidak mengenal batas-batas teritori negara. Pariwisata itu borderless.

Keduanya pun naik ke panggung menyaksikan MoU Signing on Marine Tourism Triangle Cooperation Langkawi - Phuket - Sabang.

BACA JUGA: Go Digital Pariwisata, Siswa SMK Ini Ciptakan Aplikasi Wisata Belitung

"Kami ingin membangun segitiga yacht and cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas sailing," kata Arief pada 26 April lalu.

Tujuannya, setelah Sail Sabang 2017, pada Desember nanti, ada bisnis marine tourisme yang menghubungkan toga marina dan port itu.

BACA JUGA: TOP! Pesona Indonesia Membius Pameran Industri Kreatif Legendaris Inacraft 2017

"Sehingga Sail Sabang tidak berhenti di event Sail Sabangnya. Tapi diikuti dengan bisnis nya agar suitainable," paparnya.

Pihak-pihak yang menandatangani MoU tersebut antara lain Halim Mazmin Berhad and Sabang Free Trade Zone and Free Port Authority on Cooperation in Fishery, Port and Tourism.

Lalu, Fauzie Husei, CEO of Sabang Autohoriy Free Trade Zone, Mr. Firman Abdul Shukor, Halim Mazmin Berhad - Malaysia.

Kemudian Marieke Derks, Organizer Sail Thailand Rellies on behalf SM Tachting SDN - Malaysia.

Mereka sepakat untuk mempromosikan bersama Triangular Sailing Passage, antara Langkawi, Phuket and Sabang.

Phuket sendiri, akan menyusul untuk penandatanganan MoU.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul saat bertemu Menpar di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok.

"Kami akan pastikan dalam waktu cepat. Di Phuket ada empat marina. Kami akan segera tindak lanjuti," jelas Kobkarn Wattanavrangkul.

Dia mengakui, regulasi di yacht itu berbeda-beda di setiap negara, karenanya mungkin butuh sedikit waktu untuk menyelesaikan urusan itu.

Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Indroyono Soesilo yang memberi sambutan setelah penandatangan MoU itu memutar video Sail Sabang 2017.

Dia mengajak para yachters dari Langkawi maupun Phuket untuk meramaikan kegiatan tahunan yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo itu.

"Kami sadar, Indonesia adalah pemain baru di Marine Tourism, terutama di yacht dan super yacht saling ini. Karena itu kami akan belajar dari Malaysia Langkawi dan Thailand Phuket," kata Indroyono.

Penandatanganan itu dilakukan di tengah-tengah forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit 2017, yang digulirkan di Bangkok, Thailand, 25-27 April 2017 ini. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keren! Slank Didapuk Jadi Duta Pariwisata Kalimantan Utara


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenpar  

Terpopuler