BJB Kembali Sabet Penghargaan Prestisius, Kali Ini dalam Indonesia Financial Top Leader Award 2021

Rabu, 28 Juli 2021 – 19:16 WIB
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi di penghargaan Indonesia Financial Top Leader Award 2021. Foto: bjb

jpnn.com, BANDUNG - Bank bjb kembali menorehkan pencapaian prestisius di pertengahan 2021.

Perbankan BUMD itu menerima penghargaan Best Leader for Business Resilience Through Good Corporate Governance Initiative - Empowerment of The Micro and Small Medium Enterprises (MSMEs), Kategori Bank BUKU III, BPD.

BACA JUGA: Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi Raih Penghargaan CEO Terbaik BPD di Indonesia

Penghargaan digelar oleh Warta Ekonomi dalam acara Indonesia Financial Top Leader Award 2021 dengan tema Toward the Digital-Economic Acceleration & Business Resilience di Jakarta, Rabu (28/7). Penghargaan disampaikan secara daring melalui Zoom.

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi kepada para pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank yang mampu menjalankan perannya untuk menopang keberlanjutan bisnis perusahaannya.

BACA JUGA: Gelar Kick Off Meeting Penerapan ISO 37001, Bank bjb Berkomitmen Terapkan GCG

Apresiasi ini diberikan kepada pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank di Indonesia yang terbukti telah mampu menjalankan perannya dengan sangat baik.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menyatakan kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah sumber daya yang ada dengan sikap adaptif di berbagai situasi adalah kunci menuju keberhasilan.

BACA JUGA: Kinerja Selama Triwulan II Bersinar, Bank bjb Catatkan Laba Bersih Rp 924 Miliar

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Predikat ini berhasil diraih karena kerja sama solid dari seluruh insan bank bjb untuk menggerakan roda perusahaan tetap melaju di tengah krisis pandemi," jelasnya saat menerima langsung penghargaan tersebut.

Menurut Bank Indonesia, kata Yuddy, volume transaksi digital banking mengalami peningkatan pada awal kuartal kedua 2021. Hal itu sejalan dengan upaya institusi non-bank yang juga melakukan upaya digitalisasi asuransi yang dikenal sebagai insurtech.

Hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi agar tidak tertinggal dalam persaingan.

Puluhan pimpinan institusi lembaga keuangan bank dan non-bank pun melakukan berbagai usaha relaksasi, restruktuisasi, dan pemanfaatan digitalisasi perbankan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan ekspektasi nasabah.

Menariknya, bancassurance memiliki kontribusi yang lebih dari separuh total premi di kuartal pertama tahun ini. Hal itu tentunya menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang bergerak ke arah positif bagi institusi perbankan maupun non-bank.

Berdasarkan perusahaan konsultasi McKinsey, ada beberapa langkah utama yang dapat diadaptasi oleh institusi keuangan bank dan nonbank mempertahankan dan meningkatkan keberlanjutan bisnisnya.

Pertama, mengimplementasikan model keuangan yang fleksibel, seperti segmentasi pasar dan pengembangan produk. Kedua, menciptakan inovasi bisnis berkelanjutan yang berfokus kepada akselerasi digital.

Ketiga, melaksanakan bisnis melalui penerapan mitigasi risiko dan stakeholder engagement. Keempat, tetap memenuhi kewajiban sosial di dalam melanjutkan bisnis, seperti memberdayakan masyarakat di sektor bisnis mikro kecil dan menengah. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler