BKPRMI: Pelaku LGBT Harus Dirajam Hingga Mati

Pemimpin parpol jangan tertipu daya oleh bujukan iblis yang ingin melegalkan LGBT

Senin, 29 Januari 2018 – 16:35 WIB
Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRI) Said Aldi Al Idrus bersama pengurus pada acara penutupan Pelatihan Provost Komando Nasional Brigade BKPRI di Cipayung, Bogor, Senin (29/1). Foto: Dok. BKPMR

jpnn.com, BOGOR - Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRI) Said Aldi Al Idrus mengusulkan agar pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) harus dihukum rajam hingga mati.

“BKPRMI mengusulkan agar pelaku LGBT di rajam sampai mati,” tegas Said Aldi Al Idrus usai acara penutupan Pelatihan Provost Komando Nasional Brigade BKPRI di Cipayung, Bogor, Senin (29/1/2018).

BACA JUGA: PKS Minta Perilaku LGBT Harus Masuk Pasal Perzinahan

Menurut Said, perilaku LGBT sudah pernah terjadi pada zaman Nabi Luth. Saat itu, kaum nabi Luth dikutuk oleh Allah.

BACA JUGA: Pernyataan Zulkifli Hasan soal LGBT Ada Bagusnya

Untuk itu, ia meminta agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Karena itu, dia mengajak untuk bersama menindak tegas pelaku menyimpang tersebut.

“LGBT bukan barang baru. Ini sudah ada peminatnya mulai zaman nabi Luth dan Allah SWT sangat murka dengan perilaku manusia di zaman itu sehingga Allah SWT menghukum mereka dengan menimbunkan bukit ke seluruh umat nabi Luht waktu itu,” ujar Said yang didampingi Sekjen DPP BKPRMI, Dindin Jamaluddin.

BACA JUGA: Google Belum juga Cabut Puluhan Aplikasi LGBT

Ia pun mengajak kepada seluruh pemimpin partai politik jangan tertipu daya oleh bujukan iblis yang ingin melegalkan LGBT di negeri ini.

“Kita harus sepakat agar pelaku LGBT dirajam sampai mati agar Allah tak murka kepada kita di negeri ini. Karena kalau Allah murka yang sholeh dan yang Dzolim pasti akan musnah karena ulah segelintir hamba iblis,” katanya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menag Yakin tidak ada Fraksi Dukung LGBT


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler