BLSM Menuai Protes

Kamis, 27 Juni 2013 – 11:16 WIB
PALEMBANG - Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) mulai menuai protes. Akibat tidak terdata BLSM, warga kurang mampu yang berada di Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, menyalahkan ketua RT  yang tidak akurat pendataannya.

Murni, salah seorang warga RT 41, Kelurahan 36 Ilir, mengaku, protes karena ia dan keluarganya tidak terdata BLSM. Padahal, ia termasuk dalam keluarga miskin yang juga berhak mendapat dana tersebut. “Kami juga keluarga miskin mengapa dibedakan, padahal banyak keluarga yang lebih baik dari kami mendapat dana BLSM itu,” ungkapnya kesal.

Hal senada juga diungkap Muhammad, warga lainnya, dirinya sengaja datang ke kantor kelurahan dengan membawa data lengkap agar ia bisa mendapat BLSM.  “Kami mohon agar pihak kelurahan bisa  membantu agar keluarga kami bisa mendapat BLSM. Karena itu berbagai syaratnya kami bawa langsung ke kantor lurah. Semoga saja, lurah memberikan jalan keluar,” terangnya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 41, Zulfikar,  mengaku, banyak warga menyalahkan ketua RT, sejak pembagian dana BLSM  yang digelar kelurahan, Senin lalu. “Kami hingga saat ini terus didatangi warga, karena banyak dari warga kurang mampu dan tergolong rumah tangga sangat miskin (RTSM) tidak mendapatkan bantuan ini, justru warga yang tidak tergolong dari RTSM ini yang datanya banyak masuk,” ujarnya.

Seharusnya, sambungnya, warga tidak menyalahkan RT. Mengingat data yang diaudit tersebut langsung dari pusat, sehingga pihaknya pun tidak pernah mengetahui jumlah warganya yang mendapat kartu untuk menerima dana BLSM. “Kami berharap kepada pemerintah agar dapat memilah lagi data warga yang wajib menerima BLSM ini sehingga dapat tepat sasaran,” tegas Zulfikar.

Sementara, Lurah 36 Ilir,  Festi Askorina, membenarkan ada sejumlah warga yang tidak mendapatkan dana BLSM tersebut melapor kepada pihaknya dengan membawa kartu keluarga (KK) dan KTP  asli. “Untuk saat ini kami tidak bisa menerima KK dan KTP tersebut, karena kami juga bingung mau mengajukannya ke mana, dan semua pertanyaan warga kami jawab seadanya,” terangnya.

Untuk wilayahnya sendiri jumlah penerima BLSM tersebut sebanyak 1.775 dari 42 RT, di mana setiap warga menerima bantuan tersebut sebesar Rp300 ribu, yang dilakukan langsung oleh petugas PT Pos dibantu aparat keamanan. “Semua berjalan lancar. Karena baru separuh dana yang dibagikan, sisanya nanti warga bisa mengambilnya di Kantor Pos sesuai jadwal yang ditentukan,” ujarnya.

Ia berharap, semoga ke depan dana bantuan ini dapat disalurkan tepat sasaran, mengingat masih banyaknya warga miskin yang tidak mendapat bantuan tersebut, sehingga membuat kecemburuan sosial di antara masyarakat.

Berbeda dengan warga di Kecamatan Sukarami, tepatnya di  RT 23, belakang Darma Agung.  Warga mengeluh karena hingga saat ini belum adanya kepastian dari pihak RT, kelurahan, dan kecamatan tentang dana BLSM tersebut.

Lela (40), salah seorang warga mengatakan, sampai saat ini warga RT 23 belum tahu kapan dana BLSM itu cair. Namun, menurut warga yang sudah datang ke Kantor Pos, pembagian BLSM pada 29 Juni. “Tapi dari RT belum ada kepastian,” keluhnya.

Sari (30), warga lainnya menambahkan, dirinya belum tahu kapan ia bisa menerima bantuan tersebut, namun kalau diperhatikan mereka yang menerima bantuan rata–rata berasal dari keluarga yang mampu. “Kami yang termasuk RTSM dan janda kebanyakan tidak menerima bantuan itu,” ungkapnya.

Camat Sukarami, Muhammad Hanif, mengatakan,  untuk pembagian BLSM di tujuh kelurahan yang tersebar di Kecamatan Sukarami ini, akan dibagikan pada 29 Juni nanti.

“Bagi warga yang menerima BLSM diharapkan untuk datang ke kantor lurah masing–masing pada 29 Juni dan serentak di tujuh kelurahan dengan membawa KPS. Total warga yang menerima bantuan BLSM sebanyak 4.338 warga,” pungkasnya. (uni/cj7/via/ce5)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditetapkan Tarif Angkutan Naik 25 Persen

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler