BMKG: Jawa Hingga NTT Tidak Akan Diguyur Hujan Hingga November

Rabu, 02 Oktober 2019 – 22:54 WIB
Hari tanpa hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Foto: Antara/Fauzi Lamboka

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur masih akan mengalami hari tanpa hujan hingga November mendatang.

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari mengatakan untuk enam bulan ke depan atau jangka panjang, intensitas hujan di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan rendah.

BACA JUGA: Hujan Buatan Berhasil, Pemerintah Tetap Antisipasi Karhutla

Wilayah di pulau-pulau tersebut, menurut dia, telah mengalami 60 hari tanpa hujan.

"Bahkan di NTT sudah ada yang mengalami 198 hari tanpa hujan," tuturnya.

BACA JUGA: Hujan Lebat dan Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang

Sedangkan dalam lima hari ke depan, prakiraan  BMKG wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung juga masih mengalami hari tanpa hujan atau intensitas hujan masih rendah. Hal sama masih terjadi di Kalimantan Selatan.

Meski intensitas curah hujan di wilayah tersebut masih rendah bahkan di bawah 10 milimeter (mm) per hari, namun demikian, untuk sejumlah daerah seperti Aceh dan Sumatera Utara intensitas curah hujan mulai meningkat.

BACA JUGA: Diguyur Hujan Deras, Jalan Lintas Pekanbaru-Duri di Kilometer 70 Amblas

Kondisi tersebut diikuti oleh wilayah Kalimantan kecuali Kalimantan Selatan. "Intensitas curah hujan sedang hingga lebat juga meningkat di wilayah Papua," imbuhnya.

Dia mengatakan intensitas curah hujan di atas 50 mm per hari akan terjadi merata setelah pertengahan November. Kondisi tersebut akan membuat lahan gambut menjadi benar-benar basah dan tidak mudah terbakar.

Prakiraan BMKG intensitas curah hujan mulai akan tinggi pada Desember, dapat mencapai 200-300 mm per hari.

Sementara itu, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari, meski untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara bulan-bulan tersebut sudah memasuki masa musim kering.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler