BNSP Harapkan Lebih Banyak Skema pada Pelatihan Hipnotis

Sabtu, 19 Februari 2022 – 11:05 WIB
Komisioner BNSP Mohammad Zubair dan Ketua DPP PKHI Avifi Arka, Rabu (16/2). Foto: Dea Hardianingsih/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Mohammad Zubair berharap lebih banyak skema yang bisa diterapkan pada pelatihan hipnotis untuk para asesmen.

Hal itu disampaikan dia dalam acara Pelatihan Asesor Kompetensi (Askom) yang diselenggarakan oleh LSP KHI di Hotel Mercure Jakarta Kota.

BACA JUGA: Mulai Besok, Komunitas Hipnotis Indonesia Beri Layanan Gratis Buat Pencandu Game Online

"Mudah-mudahan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi, red) ini mengedepankan skema-skema yang lain yang mungkin belum dikembangkan," kata Zubair saat ditemui pada Rabu (16/2).

Dia menegaskan pihaknya akan mengapresiasi dan mendukung berdirinya LSP dan penambahan skema pelatihan.

BACA JUGA: Gandeng PKHI, Panitia HPN 2022 Gelar Hipnoterapi Massal, Keren

Zubair menjelaskan semua pekerja di Asean memiliki kewajiban untuk memiliki sertifikat untuk melakukan imigrasi.

Untuk itu, BNSP bekerja sama dengan asosiasi profesi dalam mendirikan LSP yang saat ini berjumlah 2060.

BACA JUGA: Senam Ibu Hamil: Gerakan Hipnoterapi untuk Mengatur Emosi

"Bagi asosiasi, orang yang bersertifikat itu berkompeten sehingga bisa dipakai di industri masing-masing," ujar Zubair.

Diketahui, LSP Kompeten Hipnotis Indonesia (KHI) menyelenggarakan Askom yang diikuti oleh 24 asesor.

24 orang tersebut diberikan pelatihan dan diuji kompetensinya di bidang hipnotis dan hipnoterapi.

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (16/2) hingga Minggu (20/2). (mcr9/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler