Bocah di Cianjur Butuh Pertolongan, Telinga Kanannya Nyaris Tidak Ada

Selasa, 01 September 2020 – 17:51 WIB
Randi Permana Putra menjalani perawatan di rumah oleh ayah kandungnya dan tetap diawasi. Foto: Hakim Radar Cianjur

jpnn.com, CIANJUR - Randi Permana Putra (10), anak dari pasangan Tatang Rukmana (57) dan Emi Mulyani (47) terpaksa menjalani perawatan di rumahnya yang beralamat di Kampung Sukasari, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

Sudah dua bulan, Randi mengalami luka bakar akibat dari ledakan kaleng cat yang dia bakar.

BACA JUGA: Syarief Hasan Berikan Bantuan Modal Usaha Kepada Pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur

Selama perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, pihak keluarga harus mengeluarkan biaya puluhan juta.

Namun, kondisi yang kurang mampu membuat pihak keluarga mengupayakan berbagai cara agar Randi bisa diobati.

BACA JUGA: Aksi Mulia Istri Anggota TNI AD di Cianjur

Berbagai donasi memang mengucur untuk membantu, tetapi belum cukup menutupi semua biaya selama di rumah sakit.

Setelah dari rumah sakit, kondisi luka Randi belum sepenuhnya sembuh.

BACA JUGA: Rumah Kebakaran Akibat Tabung Gas Bocor, Satu Keluarga Alami Luka Bakar

Beberapa luka seperti di pipi kanan dan kaki sebelah kiri masih terlihat basah dengan warna merah, seperti daging segar.

Telinga kanan Randi nyaris tidak ada karena luka yang dideritanya cukup parah.

Menurut dokter yang menangani Randi, perlu waktu kurang lebih enam bulan menyembuhkan luka tersebut.

Namun, karena keterbatasan biaya, pihak keluarga lebih memilih merawat di rumah.

Selepas perawatan, pihak keluarga masih memiliki tanggungan kepada pihak rumah sakit hingga belasan juta.

Dari total keseluruhan, sudah dikurangi dengan bantuan dari para dermawan dan juga Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur.

“Total biaya Rp 25 juta, terus dibantu sama Dinsos Cianjur sebesar 25 persen dan sisanya dari uang para donatur yang membantu. Terus, yang Rp 14 juta belum terbayar, terpaksa saya jaminkan KTP saya,” ujar Tatang Rukmana ayah dari Randi, seperti dikutip dari Radar Cianjur, Selasa (1/9).

Saat ini pun tidak hanya Randi yang harus dirawat oleh Tatang, ibunda dari Randi pun terbaring lemah di rumahnya karena strok dan komplikasi gula.

Dia pun harus merawat keduanya dengan penuh kesabaran dan ketelitian.

“Jadi yang bisa mengurus cuma saya aja. Kalau untuk biaya perawatan dan beli obat, saya mengupayakan saja. Untuk anak dan istri saya upayakan,” tutur Tatang. (kim)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler