Bos Facebook Kucurkan Dana USD 100 Juta untuk Dukung Jurnalis Selama Covid-19

Selasa, 31 Maret 2020 – 16:17 WIB
Mark Zuckerberg. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, pihaknya akan mengucurkan dana sebesar USD 100 juta untuk mendukung industri berita pada pandemi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung.

Mark menjelaskan, USD 25 juta akan diberikan dalam dana hibah untuk penerbit berita lokal melalui Proyek Jurnalisme Facebook. Sementara USD 75 juta sisanya dalam bentuk pengeluaran pemasaran tambahan untuk organisasi berita seluruh dunia.

BACA JUGA: Lawan Corona, Presiden Jokowi Tetapkan Status Kedaruratan Kesehatan

"Sebagai bagian dari upaya kami untuk mendukung ekosistem berita dan memastikan semua orang memiliki akses ke informasi yang akurat dan tepat waktu. Kami mengucurkan dana sebesar $ 100 juta untuk mendukung jurnalis, terutama yang berfokus pada berita lokal," tulis Zuckerberg dalam sebuah posting di Facebook seperti dilansir New York Post, Selasa (31/3).

Mark melihat saat ini seluruh jurnalis sedang bekerja dalam kondisi yang sangat sulit untuk menjaga agar tetap mendapatkan informasi dan berita. Namun Mark, melihat penerbit berita diprediksi akan terpukul oleh dampak ekonomi dari wabah Covid-19 ini.

BACA JUGA: Pantau ODP dan PDP Corona, DPR Usulkan Polri Gunakan Teknologi CDR Location

"Penerbit saat ini sangat terpukul, jadi kami berkomitmen untuk mendukung dalam pengeluaran pemasaran demi mendukung jurnalis," ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Facebook untuk kemitraan berita global, Campbell Brown menjelaskan, program hibah Covid-19 Community Network bertujuan membantu wartawan meliput berita-berita penting selama masa-masa sulit.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Bentuk Relawan Desa Tanggap Covid-19

“Kami akan mengarahkan sebagian dana ini ke penerbit yang paling membutuhkan di beberapa negara yang kesulitan. Putaran pertama dari hibah ini pergi akan disalurkan ke 50 penerbit pemberitaan lokal di Amerika Serikat dan Kanada, "tulis Brown.

Sedangkan perusahaan riset eMarketer melihat pertumbuhan belanja iklan media di seluruh dunia sebesar 3 persen. Menurutnya wabah virus corona ini dapat membuat industri periklanan AS kehilangan miliaran dolar dari pendapatan yang hilang.

Pada saat yang sama, pelaporan berkualitas tinggi dan akurat lebih penting daripada sebelumnya karena informasi yang salah tentang virus banyak menyebar secara online. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler