BRILian Dorong Perekonomian Nasional dari Pedesaan

Minggu, 14 Februari 2021 – 17:44 WIB
BRI melakukan pendampingan terhadap desa binaan di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Foto dok BRI

jpnn.com, KARANGASEM - Program Desa BRILian terus melakukan gagasan baru dalam menginovasi berbagai kegiatan dan gerakan ekonomi yang berbasis mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program yang digagas BRI ini bertujuan untuk memberikan wawasan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku usaha UMKM di pedesaan.

BACA JUGA: Cara Kantor Wilayah BRI Bandung Mengapresiasi Peran Mantri

Mereka juga diharapkan agar lebih memahami produk dan layanan keuangan digital terkini.

Bersama sejumlah stakeholder, BRI menginisiasi diskusi berbasis daring (webinar) dengan tema 'Arah dan Peluang Pemulihan Ekonomi Indonesia dari Desa' pada 9 Februari 2021.

BACA JUGA: Aksi Sosial Srikandi BRI untuk Peringati Ultah Bank Kebanggan Negeri

Dalam acara tersebut Wakil Menteri Desa & PDTT RI Budi Arie Setiadi memberikan pandangannya bahwa pembangunan Indonesia agar berjaya di masa depan harus dimulai dari desa.

Menurutnya, desa dapat menjadi titik awal pembangunan berbasis budaya lokal, sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA: BRI Menyasar 57 Juta Usaha Ultramikro dengan Platform Digital

Senada dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan perseroan terus berupaya melakukan pembangunan dan pengembangan desa secara berkelanjutan.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah BRI menjadikan desa sebagai lokomotif ekonomi nasional.

Sebagai bank yang fokus melayani pelaku UMKM, BRI ingin menyelaraskan strategi pemberdayaan desa milik perusahaan dengan program yang tengah dikebut pemerintah.

“Acara ini adalah alignment dari Kementerian Desa, sekaligus implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s) di desa melalui Program Desa BRIlian.  Dalam program ini, fokus utama perusahaan adalah revitalisasi BUMDes, desa wisata, dan pengembangan produk unggulan desa yang sesuai dengan kearifan lokal,” ujar Aestika.

Desa BRILian juga sebagai pendorong digitalisasi ekonomi UMKM melalui berbagai layanan seperti keagenan BRILink, website pasar.id dan berbagai inovasi, serta pembangunan berkelanjutan di desa dengan mengandalkan BUMDes sebagai penggerak utamanya.

Melalui pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan BUMDes dan masyarakat desa akan semakin mudah dalam mengakses layanan keuangan.

Salah satu pendampingan terhadap desa binaan oleh BRI adalah Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Di desa Menanga, pendampingan yang diberikan adalah literasi keuangan.

BUMDes Menanga hingga saat ini telah melakukan pencatatan keuangan dengan tertib, namun pencatatan masih belum sesuai dengan standar akuntasi keuangan.

Untuk itu BRI memberikan penguatan kepada BUMDes pada aspek literasi keuangan agar BUmdes Menanga bisa membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Pendampingan oleh BRI lainnya adalah di desa Kotoranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Pemberdayaan yang dirasakan oleh Bumdes Kotoranah adalah berupa pendampingan literasi bisnis, salah satunya berupa pengayaan company profile dan catalog online untuk menarik wisatawan, mengingat BUMDes Kotoranah bergerak di bidang wisata.

Hal ini telah sejalan dengan aspirasi dan tujuan pemerintah, di mana pemulihan ekonomi nasional dimulai dari Desa, sehingga pemerintah telah menjadikan BUMDes sebagai penggerak kemajuan dan kesejahteraan warga desa.

Saat ini ada 51.134 BUMDes di Indonesia, dan sudah ada sekitar Rp4,2 triliun dana desa disalurkan pemerintah dalam kurun waktu 2015-2020 untuk memperkuat permodalan BUMDes.

Hasilnya, pada periode yang sama, kontribusi BUMDes terhadap pendapatan desa telah mencapai Rp1,1 triliun.(ikl/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berperan Aktif Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19, BRI Tuai Apresiasi UMKM


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler