Brimob Masih Bersiaga di Lokasi Buton Membara, Ada Pejabat Ikut Diperiksa

Selasa, 23 November 2021 – 20:18 WIB
Tangkapan layar - Polisi saat mengumpulkan barang bukti di salah satu rumah warga yang dibakar massa di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Senin (22/11) malam. Selasa (23/11/2021) (ANTARA/HO)

jpnn.com, BUTON - Penyidik Polres Buton dibantu tim Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengusut peristiwa Buton Membara saat kerusuhan yang terjadi pada Senin (22/11) malam sekitar pukul 19.30 WITA, di Desa Lasalimu Pantai, Lasalimu Selatan.

Dalam kerusuhan itu, sejumlah rumah dan kendaraan milik warga dibakar massa yang kecewa atas putusan sengketa lahan yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo, Buton.

BACA JUGA: Buton Membara, Massa Mengamuk Membakar Rumah dan Kendaraan

Tangkapan layar massa saat pembakaran rumah dan sejumlah kendaraan, baik roda dua dan roda empat, di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Senin (22/11/2021) ANTARA/HO

Menurut Kapolres Buton AKBP Gunarko, jajarannya telah memeriksa delapan orang warga termasuk seorang pejabat, yakni kepala desa setempat yang diduga terlibat aksi pembakaran rumah dan sejumlah kendaraan.

BACA JUGA: Buton Membara, Penyidikan Pembakaran Rumah dan Kendaraan Dibantu Polda Sultra

"Kami sudah ambil keterangan delapan orang termasuk kepala desa yang diduga mengetahui," kata AKBP Gunarko saat dihubungi dari Kendari, Selasa (23/11).

Namun, penyidik belum menetapkan tersangka. Orang-orang yang diperiksa itu masih berstatus saksi dalam proses penyelidikan itu.

BACA JUGA: Kiai Maman Mendorong Audit Keuangan MUI

Peristiwa Buton Membara berupa kerusuhan itu terjadi pada Senin (22/11) malam sekitar pukul 19.30 WITA.

Informasi yang dihimpun, kerusuhan dipicu putusan sengketa lahan di PN Pasarwajo, Kabupaten Buton.

"Awalnya, yang dari (perkara) perdata itu. Kemudian, dari massa yang tergugat, kalah ini, tidak terima dan melakukan aksi anarkis," ucap AKBP Gunarko.

Sebanyak dua unit rumah warga dan tiga unit kendaraan roda dua serta roda empat dibakar dan dirusak massa dalam kejadian itu.

Akibat pembakaran rumah dan kendaraan itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

AKBP Gunarko memastikan situasi di lokasi Buton Membara mulai kondusif dan tak ada lagi kelompok massa yang berkumpul.

Guna mengantisipasi kejadian susulan, sebanyak 180 personel kepolisian masih bersiaga di TKP.

BACA JUGA: Tiba-Tiba Arteria Dahlan Ditelepon, Disuruh Damai dengan Wanita Pemaki Ibunya

"Situasi terkendali namun pihak keamanan tetap berjaga. Sekitar 180 personel dari Polres Buton, BKO dari Polres Baubau dan Brimob Batauga," ucap AKBP Gunarko. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler