Bripda Tazkia Dianiaya Oknum TNI, Tagar #SavePolwan Viral, Inilah yang Sebenarnya Terjadi

Selasa, 07 Desember 2021 – 16:21 WIB
Ilustrasi penganiayaan. Foto/ilustrasi: arsip jpnn.com

jpnn.com, PALANGKARAYA - Seorang polisi wanita (polwan) dari Polda Kalimantan Tengah Bripda Tazkia Nabila Supriadi menjadi korban pemukulan sejumlah anggota TNI di Palangkaraya pada Sabtu (4/12) malam.

Menurut Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro penganiayaan terjadi saat korban melerai perkelahian.

BACA JUGA: Anggota Diperiksa Propam Soal Dugaan Pungli, Kapolres Beri Penjelasan Begini

“Karena melerai, mungkin dipukul gitu. Dia bilang saya nih polwan tadi sudah dipukul," ujar Eko ketika dikonfirmasi, Selasa (7/12).

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui sebagai anggota TNI yang bertugas di Korem 102/Panju Panjung, Palangkaraya.

BACA JUGA: Oknum Dosen Unsri Ditahan Usai Diperiksa, Lihat Gayanya saat Digiring Polisi

Ketika kejadian baik anggota Polri maupun TNI saat itu tengah berpakaian preman. Sehingga Bripda Tazkia mengira keributan antarwarga.

"Dia lagi patroli malam minggu, ada keributan turun, polwannya malah dipukul. Polisi sama tentara, pakaian preman dua-duanya,” kata Eko.

BACA JUGA: Kombes Irvan tidak Main-Main, Bripka WB Langsung Dipecat

Eko pun meluruskan informasi yang menyebut ada banyak korban dalam insiden itu. Menurut dia, yang jadi korban hanya Bripda Tazkia.

“Jadi, yang benar korban hanya Bripda Tazkia, dua lainnya tidak benar,” kata Eko.

Diketahui bahwa insiden ini viral di media sosial karena korban yang berstatus polwan dianiaya oleh TNI.

BACA JUGA: Marbut Masjid Curiga Air di Kamar Mandi Jalan Terus, Lalu Diintip, Astaga, Ternyata

Di media sosial pun viral tagar #savepolwan dan menuntut agar oknum yang menganiaya Bripda Tazkia bisa diproses hukum. (cuy/jpnn)


Redaktur : Budi
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler