BTN Pacu Penyaluran Subsidi BP2BT

Kamis, 28 November 2019 – 15:03 WIB
PT Bank Tabungan Negara Tbk menggelar akad massal 8.500 unit yang digelar secara serentak di seluruh kantor cabang perseroan. Foto dok humas BTN

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus memacu penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah. 

Selain dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) , Bank BTN menggenjot penyaluran KPR dengan skema  Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Alihkan Kuota FLPP Bank tak Perform ke BTN

Dalam memperingati hari ulang tahun KPR yang ke- 43 yang jatuh 10 Desember mendatang, Bank BTN gencar memasarkan KPR dengan skema BP2BT, salah satunya dengan menggelar akad massal secara serentak sejak 25-29 November 2019  di Kantor Cabang Bank BTN. 

Dengan upaya tersebut, BTN sukses meraih penyaluran KPR dengan skema BP2BT sebanyak lebih dari 1.200 unit.

BACA JUGA: BTN Lampaui Target Dalam Penyelenggaraan IPEX Sebesar Rp4,5 Triliun

Salah satu lokasi penyelenggaraan akad massal KPR dengan skema BP2PT adalah kantor cabang Bogor dengan jumlah peserta sebanyak 200 debitur.

“Pengajuan BP2BT kami pacu seiring menipisnya kuota  FLPP sehingga akhir tahun ini kami optimistis  dapat menyelesaikan target penyaluran BP2BT  untuk  5.635 unit rumah,” kata Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar  di Jakarta, Kamis (28/11).

BACA JUGA: BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

Sebagai informasi, Bank BTN mendapatkan kuota BP2BT dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sementara itu sepanjang 2019 Bank BTN diperkirakan telah menyalurkan KPR dengan skema BP2BT untuk 5.635 unit rumah atau senilai Rp609 miliar.

Hirwandi menjelaskan bahwa KPR yang disalurkan dengan skema BP2BT tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah dengan Bank Dunia.

Adapun dalam skema ini, yang diterima konsumen adalah keringanan uang muka, karena BP2BT memberikan subsidi uang muka hingga 40% atau dengan jumlah maksimal Rp 40 juta untuk pembelian rumah tapak.  Sementara suku bunga pada KPR BP2BT mengikuti suku bunga komersial.

Penyaluran KPR subsidi dengan skema BP2BT, Menurut Hirwandi pihaknya akan terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat  yang memenuhi persyaratan, di antaranya belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan dalam bentuk apapun, dan memiliki penghasilan  maksimal Rp6,5 juta (jika akan membeli rumah tapak) dan Rp8,5 juta (jika ingin membeli rumah susun), serta sudah menabung di bank selama tiga bulan dengan batasan saldo pada saat pengajuan sebesar Rp 2 hingga 5 juta (tergantung besar penghasilan).

“Untuk memudahkan penyaluran KPR Subsidi dengan skema BP2BT maupun FLPP, kami aktif menjalin kerjasama perusahaan swasta ataupun BUMN yang memiliki karyawan dengan persyaratan di atas, contoh perusahaan yang kami sudah gandeng adalah Grab, Go-jek dan Bluebird  serta sejumlah asosiasi profesi diantaranya Asosiasi pencukur rambut Garut dan Asosiasi penjual mie dan bakso,” kata Hirwandi.

Per September 2019, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 610.526 unit rumah. Menurut Hirwandi, pencapaian tersebut setara 76,31% dari total target Bank BTN dalam mendukung program nasional ini.

“Secara total, hingga akhir tahun nanti, BTN berupaya menyalurkan kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah,” kata dia.

Adapun, penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan untuk 315.845 unit hunian subsidi senilai Rp9,17 triliun. 

Kemudian, untuk segmen non-subsidi, Bank BTN telah memberikan kredit perumahan untuk 135.791 unit rumah atau setara Rp14,99 triliun.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler