Bu Mega Blak-blakan soal Jago PDIP di Pilkada Sulbar

Senin, 30 Januari 2017 – 22:11 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri buka-bukaan di hadapan kader partainya di Sulawesi Barat (Sulbar). Megawati membeber pertimbangan di balik keputusannya memilih duet Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni Anwar (ABM-Enny) untuk diusung sebagai calon dari PDIP untuk pilkada Sulbar.

Berbicara pada Rapat Konsolidasi 3 Pilar PDIP se-Sulawesi Barat di Mamuju, Senin (30/1), Presiden RI Kelima itu mengatakan, bukan hal mudah baginya memutuskan mengusung ABM-Enny.  “Sebelum kita ajukan Pak Ali dan Ibu Enny, saya pikirkan, saya timbang matang-matang. Tidak mudah,” ujarnya.

BACA JUGA: Bu Mega Gembleng Kader PDIP Sulbar demi ABM-Enny

Namun, putri Proklamator RI Soekarno itu lantas berpikir tentang kelanjutan pembangunan di Sulbar. Megawati menilai pembangunan Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Adnan Saleh selama 2006-2016 perlu diteruskan.

Kebetulan Enny Anggraeni yang juga istri Anwar Adnan kini menjadi pendamping Ali Baal di pilkada Sulbar. “Saya kemudian berpikir alangkah sayangnya kalau hal-hal yang sudah dilakukan di Sulbar tidak diteruskan,” kata Megawati sebagaimana dikutip dari siaran pers DPP PDIP.

BACA JUGA: Jago PDIP di Pilkada Jogja Tawarkan 9 Program Unggulan

Namun, Megawati juga mewanti-wanti ke ABM-Enny yang hadir pada acara itu untuk bekerja serius jika kelak terpilih. Dia mengharapkan  ABM-Enny kelak bisa membawa Sulbar menjadi lebih baik.

Bahkan jika ABM-Enny berkinerja baik, Megawati siap memberi tiket untuk pilkada Sulbar selanjutnya. “Kalau kita bisa memenangkan pasangan kita, dan kerjanya lebik baik dari gubernur sebelumnya, tentu lima tahun yang akan datang akan saya izinkan kedua kali,” ujarnya.

BACA JUGA: Mas Butet Ikut Kampanye Jago PDIP di Pilkada Gorontalo

Namun, Megawati juga tak akan mengusung ABM-Enny lagi andai kinerjanya ternyata tak bagus. “Kalau tidak bagus, tidak bisa dua kali,” ujar Megawati disambut riuh para kader partainya.

Sedangkan Anwar Adnan Saleh pada acara itu mengingatkan hadirin tentang jasa Megawati bagi pembentukan Provinsi Sulbar yang terpisah dari Sulawesi Selatan. Sebab, saat Megawati menjadi Presiden RI pula Provinsi Sulbar terbentuk pada 2004.

“Kalau bukan karena Ibu Mega, barangkali kita tidak akan hadir bersama-sama saat ini,” kata Anwar.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Antasari Bakal Masuk PDIP, Mbak Eva Merasa Happy


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler