Bu Susi Kunjungi Tempat Penyimpanan Ikan Terbesar Gunakan LNG

Jumat, 14 April 2017 – 10:22 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengunjungi menyambangi Japan Super Freeze Co.Ltd (JSF). Foto dok Humas KKP

jpnn.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambangi Japan Super Freeze Co.Ltd (JSF), yang merupakan tempat penyimpanan ikan terbesar dan satu-satunya di dunia yang menggunakan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair ramah lingkungan.

Susi dan rombongan berniat melakukan studi banding teknologi untuk pengawetan tuna setelah ditangkap.

BACA JUGA: Dengar ada Perbudakan, Saya Akan Kejar Sampai Mana pun

"Di dunia, hanya kami satu-satunya di sini yang pakai LNG. Kami memakai LNG karena biaya listrik sangat mahal," kata Presiden JSF Shigeru Hamada.

Selain itu, menurut Hamada, JSF memiliki pendingin hingga minus 60 derajat celcius yang dapat mempertahankan kualitas daging ikan tangkapan selama berbulan-bulan.

BACA JUGA: Ternyata Ada 3 Ribu ABK Indonesia Bekerja di Kapal Jepang

Adapun cold storage milik KKP yang ada di Indonesia hanya memiliki pendingin hingga minus 20 derajat celcius.

Hamada menambahkan, ikan tuna yang disimpan di JSF merupakan hasil tangkapan dari berbagai negara, dengan Taiwan sebagai pemasok terbesar.

BACA JUGA: 5 Hari Kunker ke Jepang, Bu Susi Ngapain aja ya?

Menurutnya, JSF dapat menampung ikan tuna hingga 11 ribu ton.

Menanggapi hal itu, menurut Susi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan tempat penyimpanan ikan menggunakan LNG seperti yang dikembangkan Jepang, mengingat banyak tempat di Indonesia yang memiliki sumber gas alam cair.

Namun Menteri Susi menyadari, untuk menggunakan fasilitas seperti JSF membutuhkan dana yang banyak.

"Namun pengembangan fasilitas serupa JSF membutuhkan biaya yang tak sedikit, yaitu mencapai USD300 juta," tandas dia.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bu Susi: Jepang Butuh Pasokan untuk Makanan Laut


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler