Buah Manis Melatih 4.500 Petani, Syngenta Indonesia Raih MURI

Kamis, 26 Oktober 2023 – 16:50 WIB
Syngenta Indonesia berhasil melatih 4.500 petani Indonesia serentak di 15 titik Pusat Pengembangan dan Pembelajaran (Learning Development Center – LDC). Foto: dok Syngenta Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Syngenta Indonesia berhasil melatih 4.500 petani Indonesia serentak di 15 titik Pusat Pengembangan dan Pembelajaran (Learning Development Center – LDC).

Upaya itu pun membawa Syngenta meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas kegiatan pelatihan agronomi, teknologi, dan literasi digital pertanian tersebut.

BACA JUGA: Kementan Buka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Penghargaan itu diberikan oleh MURI kepada Syngenta Indonesia di sela-sela kegiatan pelatihan di Karawang, Jawa Barat.

Marketing Head Syngenta Indonesia Suhendro mengatakan pelatihan itu dilakukan sebagai wujud aktualisasi komitmen Syngenta Indonesia untuk mengedukasi petani Indonesia sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan panen yang lebih produktif dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Aturan Tembakau di RPP Kesehatan Dinilai Merugikan Petani

“Syngenta Indonesia akan terus menjadi mitra terpercaya petani dalam usaha budi daya pertanian, mendukung dan melatih petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Suhendro.

Oleh karena itu, materi pelatihan terdiri atas agronomi untuk berbagai jenis tanaman pangan yang meliputi padi, cabai, tomat, kentang, bawang merah, bawang daun, serta jagung.

Kemudian, petani berdiskusi dengan tim teknis Syngenta Indonesia di tiap-tiap LDC  mengenai tantangan budi daya yang mereka hadapi terutama tekanan hama dan penyakit di tiap-tiap fase tumbuh tanaman.

Petani yang hadir dalam kegiatan juga mendapatkan paparan mengenai teknologi Syngenta Indonesia yang dapat mengendalikan tekanan hama dan penyakit.

Suhendro menjelaskan beberapa teknologi yang ditampilkan yaitu teknologi Tinivion (Elestal Neo) untuk mengendalikan kutu kebul sebagai vector penyebab virus kuning pada tanaman cabai dan tomat.

Selain itu, teknologi Amistar (AmistarTop) untuk mengendalikan penyakit tanaman padi dan sayur dengan spektrum luas, teknologi Adepydin (Miravis Duo) untuk mengendalikan alternaria pada tanaman kentang dan embun bulu pada cabai, serta teknologi Virtako untuk mengendalikan penggerek batang pada tanaman padi.

Technical Excellence Head Syngenta Indonesia Dwi Susilowati mengatakan tekanan hama dan penyakit merupakan salah satu hal yang dapat menghilangkan potensi hasil panen yang sangat siginifikan hingga 30-90 persen sehingga harus dikendalikan dengan cepat dan tepat oleh petani.

"Pemahaman akan agronomi tanaman sangat penting untuk mengidentifikasi kemungkinan timbulnya hama dan penyakit dan pengetahuan akan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang tepat dari Syngenta akan membantu petani mendapatkan hasil yang optimal,” ungkap Dwi.

Dwi menjelaskan perkembangan teknologi dan digitalisasi juga mendorong pengembangan teknologi aplikasi produk perlindungan tanaman dengan pendekatan penyemprotan presisi melalui pemanfaatan teknologi drone.

Penyemprotan presisi menggunakan drone dilakukan di sebagai sebuah demonstrasi di mana memberikan gambaran pertanian di masa depan.

Petani yang hadir juga diperkenalkan dengan literasi digital seperti media sosial yang dimiliki oleh Syngenta Indonesia yang menjadi pusat forum diskusi petani dari berbagai area di Indonesia termasuk Facebook Syngenta Rumah Tani Indonesia.

Facebook Syngenta Rumah Tani Indonesia memberikan wadah forum bagi petani Indonesia dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan upaya usaha tani mereka. 

Adapun kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di 15 lokasi di seluruh Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia diantaranya Deli Serdang dan Karo - Sumatra Utara, Bukittinggi dan Alahan Panjang - Sumatra Barat, Trimurjo dan Sekampung Udik - Lampung, Karawang dan Lembang - Jawa Barat, Sukoharjo, Grobogan dan Magelang - Jawa Tengah, Jember, Mojokoerto dan Malang - Jawa Timur, Serta Sidrap - Sulawesi Selatan.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
petani   Muri   Usaha tani   teknologi   pertanian  

Terpopuler