Buaya Ini Berenang dengan Mulut Terlilit Ban

Senin, 19 September 2016 – 18:30 WIB
Buaya terlilit ban di sungai. Foto: JPG/Jawa Pos

jpnn.com - PALU - Seekor buaya malang di Sungai Palu menjadi viral di Facebook. Pasalnya, lehernya yang berukuran kurang lebih berukuran 7-8 meter itu terlilit sebuah ban motor.

Tak ada yang mengetahui asal muasal ban yang berdiameter sekitar 80 sentimeter tersebut.

BACA JUGA: Cieee.. 2 Maling Ini Mesra Banget di Kantor Polisi

Namun, reptil itu sering kali menampakkan tubuhnya ke darat dan menjadi tontonan warga sekitar.

Setelah beberapa kali diunggah ke media sosial, foto buaya tersebut diunggah kembali oleh akun @Fahrul Edit pada Sabtu (17/9) sekitar pukul 11.34 Wita.

Di antara dua foto yang diunggah, salah satunya tampak beberapa warga asyik melihat buaya dari daratan. Akun @Fahrul Edit juga menuliskan caption pada foto itu.

BACA JUGA: Lihat Baik-baik, Ini Wajah Penipu Berkedok Sumbangan

''Kembali muncul ke permukaan... #masihterlilitBANdalamKASIAN,'' tulisnya.

Banyak komentar netizen yang merasa prihatin terhadap buaya malang tersebut. ''Di Palu tidak ada penyelamat hewan yang bisa tembak bius itukah?? kasian leh hiks,'' tulis akun @Winda Pratiwi.

Namun, ada juga netizen yang menanggapinya dengan candaan. Misalnya, akun @Fajar Okta yang menuliskan, ''Jangan dilepas itu bannya, nanti dia tenggelam''.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah angkat tangan menanggapi kondisi itu.

BACA JUGA: Duh, Masih Remaja Sudah Jadi Otak Penyelundupan SS

 ''Saya pernah dengar sepintas saja, tetapi belum lihat fotonya dan secara langsung. Saya sebelumnya tidak percaya,'' kata Kepala Tata Usaha BKSDA Sulteng Tasliman kepada Radar Sulteng kemarin (18/9).

Dia mengakui, jajaran BKSDA Sulteng belum bisa menolong si buaya dari kesusahannya tersebut.

''Kami tidak punya ahli, apalagi hewan buas seperti itu. Kami belum memiliki tenaga khusus untuk hal tersebut. Kami hanya bisa memberikan sosialisasi bahwa buaya itu termasuk hewan yang dilindungi,'' lanjut Tasliman.

Menurut dia, pihaknya juga belum memiliki obat bius untuk melumpuhkan si buaya. Selama ini belum pernah ada obat bius di lingkup BKSDA Sulteng.

Dia berharap ada bantuan warga sekitar atau seseorang yang mempunyai keahlian menaklukkan buaya.

''Kalau ada, misalnya warga yang berani atau sejenis pawang, bisa saling membantu dan bekerja sama dengan kami,'' ucap Tasliman. (acm/c22/ami/flo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga, Bocah Lucu Dicekik Babysitter Sampai Meninggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler