Buaya Raksasa Pemangsa Manusia Mati

Jumat, 11 Maret 2022 – 22:55 WIB
Sejumlah warga di Kabupaten Mukomuko menonton buaya di samping kantor sekretariat pemerintah daerah setempat, Jumat (11/3/2022) ANTARA/Ferri

jpnn.com, MUKOMUKO - Buaya pemangsa manusia mati seusai ditangkap pawang menggunakan pancing di Sungai Selagan, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu masih menyelidiki penyebab kematian hewan buas itu.

BACA JUGA: Makhluk Besar Tertangkap Kamera Melintasi Tol, Namanya Codet

"Kami lakukan autopsi di Mukomuko, untuk mengetahui penyebab kematian buaya tersebut, hasil autopsi akan diketahui Senin (14/3)," kata kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Buaya yang diduga pemangsa manusia sepanjang sekitar empat meter ditangkap pawang di Sungai Selagan, Desa Tanah Rekah, Kabupaten Mukomuko.

BACA JUGA: Cegah Bentrok Susulan Perguruan Silat, TNI & Polri Sekat Perbatasan Jember-Banyuwangi

BKSDA hari ini berencana mengevakuasi buaya raksasa pemangsa manusia yang ditangkap pawang di Sungai Selagan, Kabupaten Mukomuko, namun, batal karena buaya tersebut telah mati.

"Buaya tersebut tidak jadi kami evakuasi ke tempat penangkaran buaya di BKSDA. Bangkai buaya tersebut dikubur di Kabupaten Mukomuko," ujarnya.

BACA JUGA: Ingin Menangkap Bebek di Sungai, Faisal Diterkam Buaya, Begini Kondisinya

Dia mengatakan buaya tersebut mati diduga karena ada luka bekas pancing yang digunakan oleh pawang untuk menangkap satwa tersebut.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya masih menyelidiki apakah ada penyebab lain seperti bekas kekerasan pada tubuh buaya tersebut saat warga dan pawang menangkap buaya di Sungai Selagan.

Dia mengatakan bahwa tindakan kekerasan yang dapat menyebabkan buaya tersebut mati ada implikasi hukum karena satwa tersebut dilindungi.

Camat Kota Mukomuko Ali Nasri mengatakan buaya diduga pemangsa manusia tersebut ditangkap pawang di Sungai Selagan, Kabupaten Mukomuko pada Kamis malam (10/3) sekitar pukul 19.30 WIB.

Dia menyatakan buaya tersebut bukan masuk kerangkeng yang dipasang oleh BKSDA, tetapi pawang yang mendapatkan buaya tersebut.

Dia menyatakan untuk sementara ini pihaknya belum bisa menebak apakah buaya yang telah ditangkap ini yang memangsa warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko hingga meninggal dunia.

Menurut keterangan pawang, katanya, ada sekitar 10 ekor buaya berukuran besar di Sungai Selagan dan rencananya semua buaya tersebut ditangkap oleh pawang.

Sementara itu, Sabri (65), warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko meninggal dunia setelah dimangsa buaya di Sungai Selagan daerah ini. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler