Budiman Sudjatmiko: Saya Mengampanyekan PDI Sejak Kelas 6 SD

Rabu, 23 Agustus 2023 – 07:57 WIB
Budiman Sudjatmiko. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengaku akan berkabung jika dipecat oleh partainya.

Budiman, pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah berusia 53 tahun itu di ambang pemecatan lantaran mendukung Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2024. PDIP sendiri mengusung Ganjar Pranowo.

BACA JUGA: PDIP Cuma Beri 2 Opsi untuk Budiman Sudjatmiko yang Dukung Prabowo

"Saya mungkin akan mempertimbangkan untuk menjadi jomlo dahulu (jika dipecat PDIP)," ujar Budiman seusai menghadiri Kopi Darat Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (22/8).

"Ibaratnya orang yang baru kehilangan pasangan hidup, harus melewati masa berkabung," imbuhnya.

BACA JUGA: Fakta Budiman Sudjatmiko, Nomor 3 Prabowo Sempat Tak Percaya

Budiman mengaku telah mengampanyekan PDI Perjuangan, bahkan saat partai tersebut masih bernama Partai Demokrasi Indonesia.

"Bagaimana saya enggak berkabung, saya ini sudah kampanye PDI sejak kelas 6 SD, masih PDI belum PDI Perjuangan. Kalau saya sudah tidak jadi anggota PDI Perjuangan, ya, berpolitik pasti, tetapi mungkin jomlo, tidak berumah tangga dahulu secara politik," ujarnya.

BACA JUGA: Eks Kader PSI Nilai Prabowo Punya Rekam Jejak Buruk, Tak Layak Didukung

Setelah melewati masa berkabung nanti, Budiman akan mencoba bergabung dengan partai politik, termasuk mencoba kembali menjadi kader PDI Perjuangan.

"Mungkin setelah berapa tahun, kesalahan saya diampuni, saya bisa daftar lagi. Kalau enggak diterima, ya, bisa jadi sama PSI atau yang lain," kata Budiman.

Dalam Kopdarnas PSI, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie sempat merayu Budiman Sudjatmiko untuk bergabung dengan partainya.

"Kami tunggu kedatangannya Mas Budiman di kantor PSI. Jaketnya ukuran berapa, Mas? Bercanda, nanti ada yang marah," kata Grace.

Menurut Budiman, rayuan Grace adalah ajakan sesama teman yang sudah lama tidak bertemu, sehingga tidak harus ditafsirkan secara politis. Namun, dia akan mempertimbangkan ajakan tersebut.

"Bagi saya itu ajakan friendly, tidak harus ditafsirkan politis, toh saya masih anggota PDI Perjuangan. Sampai sekarang juga biasa-biasa saja, sehingga apa yang disampaikan tadi memang tawaran yang friendly saja," katanya.

Budiman juga mengaku akan mempertimbangkan tawaran Partai Gerindra yang terbuka menerima dirinya apabila tidak lagi menjadi bagian dari PDIP.

"Ya itu (tawaran Partai Gerindra) juga menjadi salah satu opsi, tetapi pastinya setelah melewati masa jomlo," tutur Budiman. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler