Budisatrio Djiwandono Beberkan Mimpi Besar Prabowo Subianto untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 21 Januari 2024 – 15:27 WIB
Program food estate atau lumbung pangan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono menyebutkan bahwa Calon Presiden Prabowo Subianto memiliki fokus perhatian yang besar pada isu pangan. 

Menurut Budisatrio, meski kesannya sederhana, penyediaan makan untuk masyarakat adalah bukti Prabowo paham persoalan strategis yang menentukan hidup mati bangsa. 

BACA JUGA: Survei TBRC: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Atas 50%, Pilpres Berpotensi 1 Putaran

“Ada benarnya jika disebut mimpi Pak Prabowo ialah bikin perut masyarakat Indonesia kenyang dan berkelanjutan. Ini merupakan hak dasar dan masalah hidup mati bangsa. Yang menyatakan isu pangan dan makanan kurang penting dari yang lain mungkin belum menyadari fakta lapangan dan tantangan ke depan,” kata Budisatrio kepada wartawan Minggu (21/1). 

Budisatrio Djiwandono yang juga pimpinan Komisi IV DPR RI kemudian merunut fakta yang dimaksud. 

BACA JUGA: Inilah Jadwal Kampanye Akbar Prabowo-Gibran di Sumsel

Dia menyebut hari ini telah terjadi ketimpangan yang besar dari pertumbuhan jumlah penduduk dengan lahan pertanian. 

“Penduduk kita bertambah 3 juta orang setiap tahun, sekitar 30 bayi per detik. Tahun 2045 diprediksi (penduduk) kita sudah 324 juta jiwa. Sementara di sisi lain, lahan pertanian kita terus berkurang 100.000 hektar setiap tahun. Pak Prabowo menyadari hal ini, bahwa kita sangat rentan kelaparan.” jelasnya. 

BACA JUGA: TKN Prabowo-Gibran Sebut Ojol Lambang Kerja Keras dan Keringat Bangsa

Dia menyebutkan bagi Prabowo Subianto masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan impor bahan pangan. 

“Untuk pangan, Indonesia harus swasembada. Jika mengandalkan impor, kedaulatan kita jadi taruhannya. Bayangkan jika pasokan dari luar terhenti, Indonesia terjadi bencana kelaparan. Kita rentan, karena menggantungkan perut kita ke negara lain,” jelasnya. 

“Bahkan andai impor lancar sekalipun, tetap ada masalah. Produk pangan lokal kita bisa gagal bersaing di pasar, sehingga kesejahteraan petani kita yang menjadi korban."

Menurut dia, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto sudah pula memahami hal itu, sehingga Food Estate disiapkan menjadi solusi jangka panjang ketahanan pangan nasional. 

“Prabowo-Gibran, bahkan bertekad menyempurnakannya menjadi Program Lumbung Pangan, diikuti industri pertanian yang memanfaatkan teknologi modern dan digital. Ini menjadi prioritas utama,” urai Budisatrio. 

Dia juga menjelaskan Prabowo-Gibran bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan melakukan reformasi agraria untuk mendukung pertanian masyarakat.

“Ada kredit kepemilikan lahan untuk pembelian panen pemerintah dengan profit minimal 30 persen, akses langsung pupuk subsidi dan benih. Semuanya akan dilakukan karena petani ini ujung tombak kita menghadapi krisis pangan,” jelas Budisatrio. 

Terkait program Makan Siang dan Susu Gratis, Budisatrio menjelaskan bahwa program utama tersebut juga bertujuan untuk menciptakan kedaulatan pangan. 

“Program Makan Siang dan Susu Gratis, karena akan mengandalkan hasil pangan lokal setempat dan mampu menyerap produksi petani. Kemudian anak-anak yang diberi makan akan kenyang, tumbuh lebih maksimal, sehingga menjadi generasi yang lebih unggul," urainya. 

“Dengan petani lebih sejahtera, semoga anak-anak yang lebih pintar ini nantinya mau menjadi petani. Menjadi pahlawan bagi pangan bangsa,” pungkas Budisatrio. (mcr8/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Paguyuban Pujakesuma Beri Dukungan, Prabowo-Gibran Janji Melanjutkan Program Jokowi


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler