Bukan Jalan Sehat, tapi “Dahlan Sehat”

Minggu, 23 September 2012 – 22:00 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berdialog dengan masyarakat di kawasan Simpang Lima Semarang, Minggu (23/9) Foto:Adrianto/Indopos/JPNN
SEMARANG - Lebih dari 10.000 warga Semarang, Jawa Tengah berjubel memadati Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Minggu (23/9). Mereka ikut berolahraga masal, dengan titel “Jalan Sehat PT Askes bersama Dahlan Iskan.”  Ramai, padat, unik, sehat dan penuh kejutan.

Even yang diprakarsai PT Askes (Persero) ini diformat untuk mensosialisasikan rencana dan kesiapan perusahaan asuransi kesehatan itu menjadi BPJS – Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan, yang dimulai 1 Januari 2014 nanti.Dengan mengumpulkan puluhan ribu orang, diawali senam sehat, dilanjutkan jalan sehat, disisipkan informasi BPJS, ditambah hiburan dan lawakan, lalu berakhir dengan pembagian doorprize.

Oleh Dahlan Iskan, model acara itu dimodifikasi langsung dengan lebih menonjolkan nuansa korporasi dan marketing. Yang semula, ada talk show, diubah menjadi special interview. Dari atas panggung setinggi 2 meter berukuran 10x12 meter itu, Dahlan langsung berdialog hangat dengan audience.

“Warga Semarang, di sini hadir Pak I Gede Subawa, Dirut PT Askes. Perusahaan ini akan menjadi BPJS Kesehatan. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan langsung bertanya kepada beliau! Apa saja tentang Askes,” ucap Dahlan.

I Gede Subawa pun mengikuti cara Dahlan Iskan, langsung mendatangi warga yang ingin bertanya langsung. Dengan mic, Dirut Askes yang berbadan tinggi besar itu keliling sudut Simpang Lima, melayani penanya secara live.

“Yang dilakukan Pak Gede itu adalah marketing, yang biasa dilakukan oleh korporasi. Bukan cara-cara birokrasi yang harus mengumpulkan orang dan berpidato konvensional.Mau turun, mau melayani, dan menjelaskan dengan baik. Saya kira itu cara terbaik,” katanya.

Diawali dengan pemanasan senam jantung sehat 15 menit, dengan ritme yang tidak terlalu cepat, dan gerakan yang tidak terlalu sulit. Instrukturnya pun, dari komunitas senam Askes.Setelah hangat, dipacu oleh instruktur aerobic dengan gerakan yang lebih cepat, lebih patah-patah, lebih fun, dan lebih berani berteriak.Ada 15 instruktur yang di sebar di mini stage di setiap sudut lapangan. Tepat 06.15 WIB, rombongan Dahlan Iskan dan I Gede Subawa pun mulai start berjalan sehat, menyusuri Jalan Pandanaran, Tri Lomba Juang, Taman KB, Pahlawan, kembali ke Simpang Lima.

Jika dikonversi di mesin treatmill, kira-kira speed-nya 8-9 kilometer per jam.Jalan sangat cepat, mendekati lari. Peserta pun berceloteh, “Ini namanya bukan jalan sehat, tapi Dahlan sehat!” Karena itu, rombongan Dahlan jauh meninggalkan kerumunan jalan yang masih pada level “santai” dengan kecepatan 4-5 km per jam.

Karena terlalu cepat sampai finish, Dahlan yang melihat ada rombongan senam di depan Ace Hardwere Pahlawan, tiba-tiba belok ke kanan. Dia langsung ikut di atas tanggaa teratas, dan ikut senam lagi.

Peserta jalan sehat pun berkumpul di salah satu sudut Simpang Lima itu. Group aerobic yang setiap Minggu pagi rutin di situ pun saling pandang, saling senyum. Mereka tidak yakin, salah satu instruktur senam yang “menyusup” di atas itu ternyata Menteri BUMN RI. Karena itu, peserta yang rata-rata ibu-ibu itu langsung minta bersalaman, foto dan minta tanda tangan Dahlan.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang juga ikut dalam kerumunan di Simpang Lima itu pun berkomentar, “Saya ini purnawirawan. Saya juga peserta Askes.Dan kalau saya jatuh sakit, klaimnya juga dibayar oleh PT Askes Persero. Sebentar lagi, perusahaan ini akan menjadi BPJS Kesehatan, tepatnya 1 Januari 2014,” ucap Bibit yang turut bersenam pagi.

Group lawak, Aldo Iwak Kebo memandu acara ini sampai pembagian hadiah selesai.Dengan guyonan khas Jawa Tengah-Jogjakarta, dua pria itu cukup mengocok perut warga Semarang. Minggu itu, selain jalan sehat PT Askes dan sosialisasi BPJS, Dahlan juga menjadi pembicara utama kuliah umum “Mandiri Young Technopreneur” di kampus Unissula, Kaligawe, dan Mandiri Entrepreneur di kampus IKIP PGRI, Dokter Cipto. (dk)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kembali Bebaskan TKI Terancam Hukuman Mati

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler