Bulog Pastikan Daging Kerbau India Bebas Penyakit Kuku dan Mulut

Rabu, 11 Mei 2022 – 14:05 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan impor daging kerbau India aman dari penyakit hewan kuku dan mulut. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan impor daging kerbau India aman dari penyakit hewan kuku mulut.

Menurut Budi Waseso, daging yang diimpor dalam bentuk beku tersebut telah memiliki standarisasi.

BACA JUGA: 3 Produsen Besar Minyak Goreng Siap Kerja Sama dengan Bulog

"Penyakit kuku dan mulut ini tidak ditularkan dari daging beku," ujar Budi Waseso, Rabu (11/5).

Pria yang akrab disapa Buwas itu menjelaskan pemerintah tidak sembarangan mendatangkan daging kerbau dari India karena impor daging kerbau dipastikan aman dan telah melalui proses pengecekan yang ketat.

BACA JUGA: Bulog Dapat Tugas Baru Soal Minyak Goreng, Buwas: Kami Perlu Dasar Hukum

Buwas mengatakan setibanya di Indonesia daging kerbau beku tersebut tidak langsung dijual ke pasar tetapi menjalani karantina dan pengecekan ulang secara random untuk menjaga kualitas produk.

Proses impor daging kerbau ini juga terus dilanjutkan selama tidak ditemukan kasus penularan dari daging beku.

BACA JUGA: Pak Buwas Pastikan Bulog tidak Impor Beras hingga Akhir 2022

Walkin, dia memastikan sejak 2016 tidak ditemukan kasus daging impor yang mengandung penyakit kuku mulut.

"Dari 2016 kami ada penugasan daging kerbau belum ada kasus. Impor daging masih dibutuhkan, dan kami jamin kualitasnya baik dan aman," kata Buwas.

Buwas pun mempersilakan kepada pihak yang ingin melakukan pengecekan.

Bila terbukti berpenyakit pihaknya akan langsung menghentikan impor dan melakukan komplain kepada produsen.

"Yang sekarang beredar ini juga bisa dicek. Jadi jangan ragu. Kalau ditemukan, kita akan stop langsung dan kita komplain ke negara asal," ucapnya.

Selain itu, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menugaskan tim untuk mengecek kondisi lapangan sebagai upaya pemberantasan penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak.

Upaya itu dilakukan menyusul adanya hewan ternak yang terjangkit penyakit tersebut di sejumlah daerah Jawa Timur.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pusat Veteriner Farma di Surabaya melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan tingkat dan jenis serotype PMK yang teridentifikasi di sejumlah daerah di Jatim ini. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bulog Pastikan Stok Beras Aman Pascalebaran, 1 Juta Ton Tersimpan


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler