BUMN Genjot Produksi Kopi Rakyat di Jawa Tengah

Kamis, 06 Juli 2023 – 19:10 WIB
BUMN melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara mulai melakukan intervensi di wilayah Jawa Tengah dalam kick-off Program Makmur Kopi, Rabu (5/7), di Kabupaten Temanggung. Foto dok perhutani

jpnn.com, TEMANGGUNG - BUMN melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara mulai melakukan intervensi di wilayah Jawa Tengah dalam kick-off Program Makmur Kopi, Rabu (5/7), di Kabupaten Temanggung.

Budidaya kopi di Jawa Tengah tidak terlepas dari peran serta pengelolaan lahan Perhutani oleh masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Perhutani Launching Digitalisasi Modernisasi TPK

Di wilayah Kabupaten Temanggung, hampir 4.000 hektar lahan Perhutani yang telah dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya komoditas kopi dengan produktivitas 250 kg green bean per hektar per tahun.

Produktivitas ini masih sangat rendah dan perlu ditingkatkan untuk memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

BACA JUGA: Servvo Hadir di IndoBuildTech 2023, Ada Diskon Hingga 60 Persen Loh

Dalam rangka melakukan peningkatan produktivitas ini, Perhutani bersama dengan BUMN yang terlibat dalam ekosistem (hulu hingga hilir) PMO Kopi Nusantara akan melakukan pendampingan teknis budidaya yang lebih intensif.

“Targetnya, separuh dari lahan yang saat ini dimanfaatkan oleh Petani bisa kita berikan intervensi bersama dengan stakeholders di PMO Kopi Nusantara,” ujar Direktur Operasi, Natalas Anis Harjanto yang mewakili Perhutani selaku koordinator program PMO Kopi Nusantara di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Industri Rokok Elektrik Dinilai Bakal Terus Tumbuh

Sementara itu Ketua PMO Kopi Nusantara, Dwi Sutoro, menyebutkan peningkatan produktivitas kopi rakyat saat ini menjadi upaya utama yang sedang diusahakan oleh seluruh stakeholders.

“Intinya, usaha kami adalah bagaimana kopi rakyat yang menyumbang 96,1% dari produksi nasional bisa terus meningkat dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani,” tutur Direktur Pemasaran PTPN Holding ini.

Pendampingan teknis dimulai dengan penyediaan akses terhadap pupuk yang difasilitasi oleh Pupuk Kalimantan Timur. Petani melalui Kelompok Tani atau Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) bisa mendapatkan harga distributor yang lebih rendah dari harga pupuk di pasar.

Pupuk Kalimantan Timur juga akan memberikan rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi unsur hara tanah melalui proses uji laboratorium.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) juga akan melakukan pendampingan dari sisi budidaya. Puslitkoka merupakan lembaga penelitian kopi tertua di Indonesia yang telah memiliki pengalaman selama ratusan tahun dalam ekosistem bisnis kopi.

Pendampingan budidaya dilakukan mengacu pada prinsip good agricultural practices (GAP) yang sesuai dengan standar internasional.

Selain memberikan pendampingan dari sisi pemupukan dan budidaya, akses terhadap literasi keuangan juga disediakan oleh BNI dengan beberapa skema pembiayaan yang tersedia.

Pembiayaan bisa digunakan untuk budidaya maupun pengolahan pasca panen sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Pengajuan pembiayaan bisa dilakukan melalui Agen 46 yang tersebar di setiap desa.

Selain itu, BNI juga melakukan pendampingan berupa business matching agar kopi rakyat Go Global melalui program Xpora.

Dari sisi pascapanen, PTPN 9 menyediakan fasilitas pengolahan untuk memberikan nilai tambah bagi produksi kopi rakyat.

Pengolahan di sisi hilir ini, misalnya seperti kegiatan roasting dan packaging, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat secara eksponensial.

Pendampingan dan intervensi program yang akan dilakukan secara end-to-end oleh BUMN dan stakeholders lain dengan fokus bisnis masing-masing dalam ekosistem PMO Kopi Nusantara ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi rakyat secara signifikan.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler