Bung Klutuk kepada Partai Demokrat: Jangan Sentuh Ibu Megawati!

Rabu, 06 Oktober 2021 – 00:03 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito. DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito angkat suara mengenai pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Herzaky menuduh Megawati Soekarnoputri menggulingkan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat menjadi Presiden Keempat RI.

“Sebagai kader banteng, saya sangat tersinggung dengan pernyataan Saudara Herzaky, Jubir Demokrat.  Selain ngawur, Herzaky tidak paham sistem politik saat itu di mana MPR RI kedudukannya sebagai lembaga tertinggi. MPR itu terdiri dari DPR RI dan DPD RI. Jadi kalau mau main tuduh, harusnya ke Amien Rais, bukan ke Ibu Megawati," ujar Wanto dalam siaran pers, Selasa (5/10).

BACA JUGA: Babak Baru Konflik Demokrat, Yusril Terlibat, Pak SBY Marah

Pria yang akrab disapa Bung Klutuk itu juga menuntut Herzaky meminta maaf secara terbuka. Selain itu, Klutuk mendesak Partai Demokrat untuk mencopot jabatan Herzaky sebagai jubir. Apabila tidak, Klutuk menyatakan kader banteng akan berhadapan dengan partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu.

Klutuk mengingatkan kepada Herzaky maupun pihak lainnya di Demokrat agar tak menyentuh Megawati.

BACA JUGA: Demokrat Kubu Moeldoko: Semua Akan Diborong Oleh SBY

"Saya berikan waktu kepada Saudara Harzaky untuk meminta maaf. Jika tidak, maka karma politik akan terus melanda Demokrat seperti pengungkapan kasus narkoba, korupsi berjemaah yang melanda kader-kader muda di mana banyak yang menyebut campur tangan putra kesayangan petinggi Demokrat," ujar dia.

Di sisi lain, Klutuk juga menyarankan kepada Partai Demokrat untuk menjelaskan kemenangan partai tersebut pada Pemilu 2009 naik 300 persen karena penggunaan bansos, manipulasi DPT, penggunaan aparat hukum, dan lain-lain.

BACA JUGA: Partai Demokrat Kubu Moeldoko Solid, Tepis Tudingan Anak Buah AHY

“Hasilnya, kader Demokrat banyak yang korupsi karena semua ikut perilaku pempimpinnya yang selalu kedepankan pencitraan. Saya siap debat terkait dengan kecurangan pemilu yang dilakukan Demokrat," ujar dia. (tan/jpnn)


Redaktur : Adil
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler